Pandemi masih belum juga berakhir, namun perekonomian di Indonesia harus tetap berjalan. UMKM Indonesia adalah salah satu pelaku kegiatan ekonomi yang sangat berjasa bagi kita setiap harinya yang ikut membangun ekonomi rakyat, mulai dari saat kita mencari sarapan, makanan ringan, atau membeli  kebutuhan pokok di warung.

Ternyata Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar.

UMKM adalah usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.

Bidang usaha UMK Perdagangan besar & eceran komodasi dan penyediaan makan minum mencakup jenis usaha restoran, rumah makan, jasa boga (katering), pusat penjualan makanan (food court), kafe dll. Industri Pengolahan ini (manufaktur), terdapat sekitar 3.4 juta pelaku UMKM (BPS, 2015), yang mayoritas bergerak di 5 bidang Industri, yaitu Makanan dan Minuman (44.9%); Kerajinan Kayu dan anyaman (19.9%); Tekstil dan pakaian jadi (14.4%); Barang galian bukan logam seperti industri tepung, mika, dll (6.9%); dan furnitur (3.5%).

Kriteria UMKM dan Usaha Besar Berdasarkan Aset dan Omzet

Sumber: UU No.20/2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (Dok: ukmindonesia.id)

UMKM di Indonesia

Ternyata pemilik UMKM di Indonesia, sebagian besar adalah wanita. Mereka adalah pahlawan ekonomi.

UMKM yang dikelola perempuan 64.5% dari total UMKM Indonesia di tahun 2018,  atau mencapai 37 juta UMKM, masih bergerak di sektor mikro, informal bahkan ultra mikro. Namun 50% nya masih berada di sektor informal dan belum terdigitalisasi, tidak memiliki akses ke dunia online dan memanfaatkan teknologi digital yang bisa mendukung usahanya.

Sejak pandemi terjadi, penjualan di e-commerce naik per harinya, karena itu, kita harus  mendorong dan mempercepat UMKM agar Go Digital.

Menghadapi pandemi ini, 50% UMKM menutup usahanya selama pandemi, 88% UMKM tidak lagi memilikii tabungan, namun disisi lan kegiatan belanja online masyarakat meningkat sampai 400% karena mereka membatasi pergi keluar rumah.

Karena itu digitalisasi UMKM menjadi sangat penting untuk mereka kuasai, yaitu bagaimana memanfaatkan sosial media yang ada menjadi lahan untuk promosi jualan produk yang dikelola.

DIGITAL MARKETING

175.4  juta dari 272.1 juta penduduk adalah pengguna internet, 59% diantaranya adalah pengguna sosmed yang pemakaiannya rata rata 3 jam 26 menit perharinya. 64% nya memakai internet dengan durasi 7 jam 59 menit.

Digital marketing akan memperluas jangkauan bisnis kita ke pasar internasional. Bisnis akan meningkat jika memanfaatkan digital marketing via website, memanfaatkan marketplace, sosmed, aplikasi bahkan fitur chat seperti WA.

Upgrade UMKM

Biasanya kita hanya membeli dan bukan berjualan, kita juga hanya menggunakan fitur status WA/Facebook/Instagram/twitter  hanya untuk curhat, padahal sosial media tersebut bisa kita manfaatkan tuk bisnis.

Yuk saatnya mulai menjadi penjual, bukan hanya menjadi pembeli, ubah pola konsumtif menjadi produktif . Manfaatkan digital marketing untuk memperluas pasar.

Mulai manfaatkan teknologi untuk belajar, misalnya via youtube, dan mengikuti kelas pembelajaran seperti Woman Will dari Google.

UMKM di Indonesia harus selalu memanfaatkan sarana teknologi, informasi dan komunikasi.  UMKM harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi yang  selalu berkembang.

UMKM harus bertransformasi ke era digital, dari informal menjadi formal. UMKM  harus belajar memasarkan secara online dan berbasis teknologi. Tanpa teknologi akan sulit menunjang produktivitas.

UMKM harus membuka diri terhadap kebaruan teknologi, khususnya dalam memanfaatkan berbagai solusi digital  untuk memperluas pasar.

UMKM Indonesia jumlahnya yang sangat banyak dan berperan dalam menyerap tenaga kerja.

Saat ini pelaku UMKM mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti relaksasi KUR, subsidi bunga, modal kerja, serta Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk usaha mikro dalam bentuk hibah.

Perempuan pelaku  UMKM didorong untuk bisa menjalankan usahanya dari rumah sambil menerapkan ilmu pemasaran secara digital, dibekali untuk memperluas pasar agar bisa mengoptimalkan bisnisnya.

Perempuan pelaku UMKM dimotivasi agar memiliki mindset bisnis dan semangat kompetitif, kreatiftas tinggi untuk menghadapi persainginan bisnis online.

KemenKop dan UKM , mendorong perempuan pelaku UMKM untuk menguasai keterampilan bisnis digital dengan target 10 juta UMKN perempuan Go Digital.

Opitimalisasi bisnis UMKM bisa dilakukan dengan penggunaan sosmed dan Google My Business, Google jalankan program Woman Will yaitu inisiatif Grow With Google. UMKM menyerap tenaga kerja, juga menyumbang devisa negara, banyak produk Indonesia yang dikenal di mancanegara.

UMKM wanita Indonesa akan semakin berkembang bisnisnya jika telah menguasai literasi digital.

DANONE – GOOGLE INDONESIA

Selain bantuan pemerintah, dukungan sektor swastapun penting dan sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan UMKM Indonesia seperti kegiatan Kolaborasi Danone Indonesia dan Google.

Menyadari pentingnya kolaborasi untuk mempercepat digitalisasi UMKM, Danone-Indonesia bekerja sama dengan Google Indonesia melalui program Women Will memberikan dukungan edukasi literasi kepada sekitar 700 perempuan yang terdaftar
sebagai mitra mikro bisnisnya seperti AQUA Home Service dan ibu kantin Warung Anak Sehat.

700 peserta AHS dan Warung Anak Sehat mendapat pelatihan melalui virtual Google Meet, sejak 9 Oktober hngga 3 Des 2020 selama 1 jam 30 menit, mengenai dasar-dasar strategi usaha online, dasar-dasar SEO dan penerapannya, Google Bisnisku, dan interaksi melalui sosial media dan konten pemasaran.

AQUA Home Service

Layan Rumah Aqua mengajak ibu rumah tangga untuk menjadi wirausaha dengan menyediakan produk AQUA untuk keluarga dan lingkungan sekitar atau daerah setempat dan memberikan edukasi hidrasi yang sehat untuk keluarga yang sehat.

Warung Anak Sehat

Program peningkatan gizi anak dan edukasi ibu tentang gizi melalui 350 ibu kantin.  Danone juga menyediakan ekosistem pendukung dalam memberikan nutrisi sehat bagi anak-anak Indonesia dengan melatih 300 orang guru. Saat ini telah menjangkau > 6000 ibu dan > 27.000 anak di Indonesia. Program ini berfokus pada pemenuhan gizi sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang.

Harapannya melalui pelatihan ini, akan lebih banyak perempuan yang berdaya dan mampu bangkit kembali.

WOMEN WILL

Woman Will Indonesia adalah a Grow with Google program yang membantu wanita memanfaatkan teknologi untuk membangun keterampilan, mendapatkan inspirasi, terhubung satu sama lain melalui pelatihan, acara dan advokasi.

Saat Wanita Sejahtera

Semua Sejahtera 

Dukungan yang diberikan berupa pelatihan digital dengan materi terkait pemanfaatan teknologi digital untuk optimalisasi bisnis, membangun
kesiapan mental berwirausaha dan penguatan business mindset.

Karena saat COVID-19, aktivitas di rumah seperti bekerja dan belajar di rumah meningkat, adanya PSBB sehingga menimbulkan pembatasan akses fasilitas umum dan kegiatan ekonomi termasuk di lingkungan sekolah.

Digitalisasi menjadi hal utama dalam bisnis. Menurut data “Big Data Overview Dampak COVID-19” terbukti bahwa  penjualan online saat pandemi melonjak tajam dibandingkan penjualan pada Januari 2020.

Untuk membahas hal tersebut dan menggali hal hal yang bisa dilakukan oleh UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui digital, dilakukan  webinar kolaborasi Danone-Indonesia serta Women Will bertema “Perempuan Pelaku UMKM: Berkembang dengan Memanfaatkan Teknologi Digital” 18 Desember 2020.

Hadir sebagai narasumber:

1. Destry Anna Sari – Asisten Deputi Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia
2. Vera Galuh Sugijanto – Vice President General Secretary Danone Indonesia
3. Dora Songco – Product Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia
4. Jonathan End – Digital & Growth Consultant

Dora Songco – Product Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia menjelaskan bahwa ingin menambah penghasilan, memberikan stabilitas keuangan keluarga, mencapai kemandirian financial, dan jam kerja fleksibel demi keluarga adalah hal-halyang mendorong sesorang untuk bekerja dan berwirausaha.

Kekurangan keterampilan praktis, seperti marketing, relasi bisnis, akses ke sumber modal terbatas, takut gagal, kurang percaya diri, kewajiban tuk berkeluarga, sudah nyaman dengan pekerjaan saat ini merupakan tantangan untuk bekerja dan berwirausaha.

Grow  with Google berfokus pada program digital untuk pemberdayaan ekonomi perempuan di seluruh dunia.

Jonathan End – Digital & Growth Consultant mengatakan bahwa ” perlunya pemahaman literasi digital, khususnya untuk UMKM perempuan agar adanya perubahan mindset ke arah digital, mengenai bagaimana menjadi business woman yang memanfaatkan digital marketing”.

Vera Galuh Sugijanto – Vice President General Secretary Danone Indonesia menjelaskan kembali komitmen AQUA yang mendukung terciptanya Suistanable Development Goals melalui berbagai inisiatif dengan berkolaborasi dengan semua pihak di bidang pembangunan sosial, pembangunan ekonomi dan pembangunan lingkungan.

Dukungan Danone dengan memberikan pelaaatihan digital terkait pemanfaatan teknologi untuk optimalisasi bisnis, membangun kesiapan wirausaha dan penguatan business mindset.

Perempuan Indonesia berbisnis UMKM dengan inisiatif Danone Indonesia memberdayakan mereka mealui Aqua Home Service dan Warung Anak Sehat.

Yuk kita dukung UMKM perempuan untuk maju melakukan perubahan/transformasi digital. Wujudkan perempuan yang percaya diri, selalu belajar dan tidak gagap teknologi.