All About Moments of Happiness

Pemanfaatan Teknologi Sinar UV-C dari Signify

Penyakit yang disebabkan oleh mikro-organisme, saat pandemi COVID-19 ini, istilah desinfeksi menjadi penting sebagai salah satu hal untuk  membantu
mencegah penyebarannya, salah satunya dengan Sinar Ultraviolet-C (UV-C) .

Untuk mengedukasi masyarakat tentang aspek keselamatan dalam pemanfaatan teknologi UV-C, Signify (Euronext: LIGHT), yang pastinya kita sangat kita kenal ahli di bidang pencahayaan, menyelenggarakan diskusi virtual bertajuk: “Sinar UV-C: Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme”, menghadirkan pembicara ahli di bidang kesehatan masyarakat, biomedical optics, dan perlindungan konsumen.

“Signify peduli terhadap tingkat pemahaman masyarakat terkait kewaspadaan dan kehati-hatian saat memilih dan menggunakan produk UV-C,” kata Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia. “Sesi diskusi virtual  ini sangat penting untuk membantu konsumen dan masyarakat luas agar lebih
memahami bagaimana pemanfaatan sinar UV-C bisa sangat efektif dalam melawan mikro-organisme,sekaligus membangun kesadaran terhadap pentingnya memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaannya.”

Bagaimana penggunaan produk UV-C yang aman dan efektif ? 

Diskusi virtual ini dipimpin oleh Lea Indra, Head of Integrated and Marketing Communication Signify Indonesia (kedua dari kanan),  menghadirkan pembicara ahli:
Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) (kiri); Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) (kedua dari kiri); dan Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) (kanan).

Cahaya memiliki kekuatan untuk mendesinfeksi  udara , permukaan,bidang dan air. Masa pandemi saat ini membuat kita menjadi lebih mengenal akan sinar UV. Virus ternyata dapat bertahan 3 hari pada permukaan bidang.

Ada tiga jenis sinar UV dari sinar matahari , yakni UV-A, UV-B, dan UV-C. Perbedaannya ada di panjang gelombang yang bisa diukur dengan alat bernama optical spectrum analyzer atau optical wavelength meter.

UV-C dari sinar matahari diurai oleh atmosfer bumi. Panjang gelombang dari sinar tersebut pada range UV-C yaitu 100 hingga 280 nm.

Setiap tipe memiliki tingkat energi dan daya tembus lapisan atmosfer yang berbeda.  90-95 persen radiasi UV tipe A dengan tingkat energi paling rendah dapat menembus lapisan permukaan atmosfer.

5-10 persen radiasi UV tipe B yang bisa mencapai permukaan. Sementara UV-C punya tingkat radiasi paling tinggi.

Sinar UV-C yang dipancarkan Matahari tak sampai ke Bumi. karena sinar ini diserap oleh lapisan ozon yang melindungi kehidupan manusia.

Efek Sinar UV

UV-A :  penuaan kulit , UV-B : bisa merusak DNA di kulit, sebabkan  kulit terbakar ( kanker kulit), bisa kita cegah dengan suncsreen.

UV-C bisa digunakan untuk membunuh virus di lingkungan sekitar kita (udara dan perabotan), dengan pemilihan UV-C-nya tepat dan caranya pemakaiannya tepat.

UV-C sangat berbahaya jika cahayanya terkena mata, kulit, atau bagian tubuh manusia. Jadi penggunaan yang tepat adalah ketika ruangan tersebut kosong .

Saat kita akan membeli UV-C pastikan baca petunjuk pemakaian nya , seuai dengan besarruangan, ijin jelas, dan spesifikasinya tepat ya yaitu untuk membunuh mikroorganisme,

UV-C Signify

Dalam Diskusi Virtual Pemanfaatan Teknologi UV-C  Signify Indonesia, Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia menjelaskan bahwa produk-produk UV-C Signify menggunakan panjang gelombang 254nm yang sangat efektif untuk melumpuhkan DNA dan RNA dari mikro-organisme.

UV-C Signify melumpuhkan virus penyebab COVID-19 dalam hitungan detik, dengan 254 nm puncak panjang gelombang lampu UV-C Signify pengancur kuman, yang bisa melumpuhkan DNA dan RNA dari bakteri, virus dan spora.

UV-C Signify adalah desinfektan kuat untuk permukaan bidang dan udara di :

  • kantor
  • pertokoan
  • sekolah
  • transportasi umum

UV-C Signify cepat mendesinfeksi permukaan bidang dan benda dalam hitungan menit bahkan detik, dan terpercaya karena teknologinya telah terbukti , 35 thun Signify memiliki pengalaman ahli dalam pencahayaan dan aplikasi UV-C.

Pencahayaan UV-C  pembunuh kuman terbukti aman,jika di desain, dipasang dan digunaan sesuai dengan instrusksi keselamatan.

UV-C kami memang tidak dapat menyembuhkan seseorang secara langsung, namun produk kami dapat membuat sebuah perbedaan dengan cara membantu menetralkan virus dan bakteri yang mungkin menimbulkan bahaya.

Sinar Ultraviolet-C (UV-C) telah digunakan selama lebih dari 40 tahun untuk mendesinfeksi udara, air, dan permukaan. Sinar UV-C dapat menghancurkan DNA dan RNA dari bakteri, virus, dan spora. Sejauh ini, tidak ada mikroorganisme termasuk bakteridan virus yang resisten terhadap paparan UV-C

PENTING DIINGAT 

Sinar UV-C harus selalu digunakan sesuai dengan syarat dan instruksi keselamatan, hindarkan manusia dan hewan dari paparan langsung sinar UV-C karena dapat merusak kulit dan mata .

Signify adalah pemimpin dalam penyediaan lampu UV-C dan selalu terdepan untuk
teknologi UV selama lebih dari 35 tahun, ciptakan  inovasi pencahayaan UV-C, yang dirancang, diproduksi, dan dipasang sesuai dengan standar
keamanan yang tinggi. Belum lama ini, Laboratorium Nasional untuk Penyakit Infeksi Emerging (NEIDL) di Universitas Boston, Amerika Serikat, telah melakukan penelitian yang memvalidasiefektivitas lampu UV-C milik Signify dalam menonaktifkan SARS-COV-2, virus penyebab COVID-193.

Philips menawarkan varian lengkap lampu UV-C yang cocok digunakan dalam berbagai aplikasi dan sistem, seperti sistem  udara atas yang mendinsinfeksi udara yang melewati area d bagiani atas produk, sistem UV-C terbuka, atau robot yang dapat mendisinfeksi ruangan dan lokasi di malam hari saat ruangan tidak digunakan, dan UV-C cabinets yang digunakan untuk emndisinfeksi obyek atau benda.

Cara yang efektif untuk membantu melindungi tempat seperti rumah sakit, sekolah, atau transportasi publik.

Perhatian


Lampu UV-C memiliki risiko minimum saat digunakan oleh para professional yang tahu cara menggunakannya. Mata dan kulit harus terlindung untuk menghindari kerusakan ringan dan cedera serius. Signify  menyarankan pelanggan untuk berhati-hati ketika memilih peralatan dan mencari bukti pengujian pihak ketiga serta sertifikasi bahan perangkat dan komponen listrik dari organisasi terkenal seperti NSF, UL, CSA, DVGW-OVGW atau persyaratan internasional lainnya yang berlaku.

Pada saat ini, tidak ada lampu UV-C kami yang disertifikasi atau diakui sebagai perangkat medis berdasarkan undang-undang yang berlaku dan karenanya, Signify dan/atau salah satu perusahaan grupnya saat ini tidak bermaksud untuk menggunakannya sebagai perangkat medis di mana pun di dunia.

Dalam diskusi ini, Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan  Masyarakat Indonesia (IAKMI) menjelaskan bahwa, kasus terkonfirmasi COVID-19 saat ini hanya merupakan puncak dari gunung es dan hanya mewakili sekitar 66% sampai 73% dari jumlah kasus
sesungguhnya.

Meski saat ini COVID-19 menjadi fokus utama penanganan penyakit infeksi yang
sedang berkembang (Emerging Infectious Diseases/EID) sesungguhnya masih banyak penyakit menular lainnya yang disebabkan oleh mikroorganisme.

“Ada empat faktor utama dalam permasalahan kesehatan masyarakat:

  • Kapasitas layanan kesehatan
  • Tingkat kesadaran perilaku publik
  • Kebersihan lingkungan
  • Permasalahan bawaan atau turunan.

Nah , lingkungan  menentukan kesehatan seseorang, karena terkait langsung dengan kebersihan lingkungan sekitar dan kesadaran kita dalam berperilaku hidup sehat,”  ujar Dr. Hermawan. “Ada jutaan, bahkan puluhan juta mikroorganisme di sekitar kita. Kalau kita menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), maka kita bisa hidup berdampingan dengan mikro-organisme ini.”

Salah satu upaya untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat ini adalah dengan memanfaatkan  rekayasa teknologi pencahayaan, yaitu teknologi UV-C. Sinar UV-C yang berasal dari matahari  disaring oleh lapisan ozon sehingga tidak sampai ke permukaan Bumi.

Dr. Hermawan menyebutkan teknologi UV-C ini sangat diperlukan di area-area publik seperti pusat perbelanjaan, hotel, kantor, sekolah, tempat ibadah, bandara, dan lainnya.

Terkait dengan sinar UV-C, Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyebutkan bahwa, sinar UV-C, yang berada dalam spektrum cahaya tak kasat mata, memiliki potensi untuk mengatasi penyebaran COVID-19. Namun, ia memperingatkan bahayanya apabila sinar UV-C
mengenai tubuh manusia secara langsung.

“Ada yang disebut dengan interaksi antara cahaya dengan materi biologis. Pada saat cahaya masuk dan terhalang materi, cahaya tersebut akan menembus ke dalam materi tersebut, dan semakin kedalam akan terjadi hamburan (scattering). Dalam perjalanannya menembus jaringan, bisa juga terjadi penyerapan cahaya. Di sini terjadi transfer energi dari cahaya ke dalam materi yang
dilaluinya,”

Dr. rer. nat. Aulia menerangkan. “Jika terpapar langsung, sinar UV-C dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan, menyebabkan iritasi kulit seperti ruam, sensasi terbakar, tumor, hingga memicu kanker, sementara pada mata bisa menyebabkan katarak.”

Ia menegaskan bahwa selama pengguna berhati-hati agar tidak terkena paparan
langsung, penggunaan UV-C sebagai alat desinfeksi tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Ruangan, permukaan maupun benda yang didesinfeksi dengan sinar UV-C juga dapat langsung digunakan setelah lampu UV-C dimatikan atau tidak beroperasi.

Ia menyebutkan bahwa teknologi UV-C yang banyak dipasarkan sebagai produk germicidal atau pembunuh kuman berada pada gelombang 254nm, rentang gelombang yang efektif untuk membunuh mikro-organisme.

Mekanisme de-aktivasi mikro-organisme :

Ketika sinar UV-C itu diserap secara maksimum oleh jaringan sel, ia akan memutus rantai DNA dari sel tersebut sehingga sel gagal melakukan replikasi. Akibatnya sel tersebut tidak bisa membelah dan menduplikasikan dirinya, sehingga jumlahnya akan terus berkurang. Agar efektif, penggunaan sinar UV-C ini harus dalam dosis yang tepat.

Dr. rer. nat. Aulia juga mengatakan bahwa sinar UV-C secara umum bisa digunakan untuk mendesinfeksi udara dan permukaan dalam ruangan seperti dinding, lantai, meja kerja, dan benda.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa deaktivasi mikro-organisme yang efektif sangat dipengaruhi oleh dosis paparan yang tepat, dengan parameter dosis paparan (dosimetry) sebagai berikut :

  • Daya sumber cahaya
  • Banyak cahaya (iradiansi yang diterima permukaan yang akan disinari)
  • Jarak sumber cahaya dengan obyek penyinaran
  • Lama penyinaran

Rumus:
Dosis [Joule/cm2] = Irradiansi [Watt /cm2] x Waktu [detik]
*1 Watt = 1 Joule/detik

Saat ini banyak produk UV-C yang beredar di pasaran, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyatakan apresiasinya terhadap segala bentuk upaya untuk mengendalikan wabah COVID-19. Namun, ia mengingatkan tentang  pentingnya aspek
keamanan, keselamatan dan kenyamanan konsumen.

“Kami mendorong pemerintah untuk melakukan kebijakan pengawasan produk sebelum diedarkan (pre-market control policy) seperti menetapkan standar atau sertifikasi bagi produk-produk UV-C, untuk memastikan bahwa produk yang beredar sudah memenuhi standar,” “Setelahnya diikuti dengan post-market control policy, yaitu melakukan pengawasan sehingga apabila ditemukan
produk yang tidak sesuai, dapat melakukan penarikan (recall) produk dari pasar dan melakukan penegakan hukum.”

Ia juga mengatakan bahwa produsen dan pelaku usaha harus mengedepankan itikad baik dalam berbisnis, mulai dari pembuatan produk hingga cara memasarkanny, mematuhi regulasi yang ada, Undang-Undang dan atau regulasi teknis, yaitu untuk membuat produk yang standar, serta menyediakan berbagai akses kanal-kanal pengaduan sehingga mudah dijangkau oleh konsumen.

Kita sebagai konsumen diharapkan untuk berhati-hati dan cerdas
dalam membeli produk yang memiliki aspek keselamatan yang perlu diperhatikan, seperti teknologi UV-C ini.   Sebelum membeli, hendaknya kita mencari informasi sebanyak mungkin darisumber-sumber terpercaya . Cermati label dan petunjuk penggunaan serta instruksi keselamatan pada masing-masing produk.

Kesimpulan

Sinar UV-C memiliki kemampuan melawan mikro-organisme penyebab penyakit, sehingga bermanfaat untuk membantu mencegah penyebarannya. Namun, kita perlu memperhatikan aspek keselamatan dalam pemilihan dan penggunaan produk UV-C, karena sinar UV-C memancarkan radiasi yang dapat menimbulkan cedera pada mata dan kulit makhluk hidup.

Teknologi UV-C menjadi salah satu pilihan desinfeksi non-kimia yang efektif, yang tepat untuk diaplikasikan di berbagai tempat mulai dari rumah, perkantoran, sekolah, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hotel, gym, sampai fasilitas transportasi umum, dan sebagainya.

Namun merupakan tanggungjawab kita semua untuk memastikan teknologi UV-C ini digunakan dengan benar dan aman agar tidak mencelakakan
diri sendiri maupun orang lain.

Dengan paparan yang cukup, sinar UV-C dapat mendesinfeksi ruangan dan permukaan benda dari semua kuman, bakteri, dan virus, namun idealnya penggunaan UV-C dibarengi metode pembersihan ruangan lainnya, seperti membersihkan lantai, menyikat kamar mandi, dan lain sebagainya.

Meski teknologi UV-C membantu mengurangi resiko penyebaran penyakit menular yang disebabkan mikro-organisme, tidak berarti mengeliminasi resiko tertular. Menggunakan lampu UV-C di rumah tidak mengurangi risiko pengguna terkena virus ketika berada di luar rumah atau tempat umum. Karenanya, penting bagi kita untuk mencermati klaim produsen dan tetap mengikuti protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Produk UV-C Philips untuk konsumen dilengkapi dengan perangkat keselamatan yang layak dan dapat diandalkan, seperti: sensor gerak gelombang mikro, pengatur waktu dan alarm suara.

Philips UV-C Disinfection Desk Lamp

Fitur-fitur keselamatan ini diperlukan karena produk UV-C tidak boleh dinyalakan ketika ada orang atau hewan di dalam ruangan. Produk UV-C harus dioperasikan di ruangan tertutup untuk meminimalisir resiko paparan. Tindakan keselamatan ini membantu pengguna menghindari paparan langsung terhadap mata dan kulit dari produk tanpa lapisan pelindung.

Philips UV-C Disinfection Desk Lamp

Philips UV-C Disinfection Desk Lamp * memiliki perlindungan keamanan terintegrasi seperti pengatur waktu, alarm suara, sensor gerak dengan radius 3 meter menggunakan teknologi gelombang mikro, dan kabel sepanjang 3 meter yang didesain untuk melindungi pengguna dari bahaya paparan berlebih.  Fitur keselamatan lain yang unik pada produk ini adalah panduan suara yang akan aktif sebelum pengguna menyalakan lampu.

Jadi UV-C boleh dipakai di rumah  tetapi   cari produk yang memang sesuai untuk rumah dan tidak sembarang produk bisa digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Boghaisan.com All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.