Pentingnya Merawat Gigi Anak

Tulisan ini berisi informasi penting mengenai kesehatan gigi anak, melalui MOM Academy Sharing dan telah mendapatkan persetujuan dari dokter Adela.

Dokter Adela adalah seorang Dokter Gigi lulusan Universitas Padjadjaran. Saat ini beliau bekerja di RSUP Persahabatan Rawamangun. Mempunyai 1 anak laki-laki berumur 1 tahun. Selain bekerja dan mengurus anak, Mom Adela juga aktif di organisasi kesehatan anak (khususnya seputar gigi) dan suka mengisi materi seputar pendidikan kesehatan gigi anak di acara parenting dan berbagai sekolah kelompok bermain salah satunya @kejora.indonesia .


Mengapa gigi anak harus dirawat?

Menurut riskesdas tahun 2018 Presentase anak dengan gigi berlubang masih sangat tinggi, karena masih banyak ibu yang berfikiran bahwa menjaga gigi anak tidak terlalu penting karena nantinya akan diganti dengan gigi permanen yang nantinya juga akan lepas.

Padahal, status kesehatan secara umum anak sangat ditentukan oleh kesehatan gigi. Mengapa? , Anak dengan masalah gigi cenderung bermasalah dengan penyerapan nutrisi (masalah makan) sehingga intake makanan yang masuk ke tubuh juga tidak optimal . Gigi anak juga sangat penting untuk pelafalan atau “fonetik” suara anak.

Penyakit gigi yang tidak dirawat dan ditindak segera juga bisa berdampak infeksi yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Jadi sebagai ibu ,  jangan menyepelekan kesehatan gigi anak.

Kapan ya kita mulai memperkenalkan anak ke dokter gigi?

Sebaiknya mulai usia 1 tahun anak mulai diperkenalkan ke dokter gigi, karena anak harus diperkenalkan dengan dokter gigi dan pemeriksaan gigi sejak dini. Usia 1 tahun dianggap anak sudah mulai bisa berkomunikasi walaupun belum bisa berbicara, dan usia 1 tahun biasanya gigi sudah banyak tumbuh, bisa 8-10 gigi.

Sejak awal anak harus diperiksa, apakah giginya ada kelainan pertumbuhan? apakah ada karies atau lubang gigi? ataupun ada yang salah dengan pengunyahannya? atau malah giginya belum tumbuh, tetapi jangan disamakan semua anak harus usia 1 tahun ke drg ya , tapi harus  diperhatikan lagi kondisi anak, apakah kira-kira  anak sudah bisa menerima instruksi?, apakah anak tersebut sudah benar-benar “siap”.

Drg pun juga biasanya pada anak butuh pendekatan khusus berbeda dengan dewasa, biasanya anak pertama kali duduk dipangku orangtuanya di kursi gigi kalau belum berani atau terlalu kecil.

Tips ke Dokter Gigi :

1. Usahakan datang di jam awal drg tersebut praktek
2. Bawa benda kesayangan anak tsb misal mainan atau selimut dll
3. Orangtua sebaiknya memberikan informasi  sebelum pergi ke drg gigi, pelan-pelan dibilang kalau akan dilihat giginya, dan ibu harus sering mengajarkan ke anak membuka mulut (misal bermain dengan menyenter ke bagian mulut, main buka mulut seperti crocodile, ataupun menunjukkan gambar2 atau cerita tentang gigi mulut maupun ke dokter gigi)
4. Yang terpenting , JANGAN DIPAKSA. Biarlah dokter gigi yang menentukan perawatannya, apalagi misalnya hanya perkenalan dan tidak ada keluhan. Karena cara yang tidak baik hanya akan menimbulkan trauma pada anak.

Jangan panik ya kalau anaknya ke drg, tetap tenang. Karena ibu yang panik akan mempengaruhi mood anak.

Bagaimana cara menyikat gigi pada anak?

Banyak sekali metode menyikat gigi pada anak, ada yang sirkuler dsb, diantaranya

Untuk anak nomor 1 jangan pernah memaksakan, lakukan pendekatan positif dengan anak.

Perhatikan cara menyikat gigi , dan jangan lupa untuk memakai sikat gigi sesuai usia anak.

Petunjuk  penggunaan pasta gigi:

1. Anak dibawah 1 tahun TIDAK PERLU MENGGUNAKAN PASTA GIGI
2. Anak diatas 1 tahun diperkenankan menggunakan pasta gigi khusus anak
3. Dosis penggunaan pasta gigipun ada aturannya, akan saya jelaskan dengan gambar

0-3th : Ukuran penggunaan pasta gigi seukuran biji beras
Untuk anak usia 3-6 tahun: seukuran kacang polong
Jangan berlebihan untuk  penggunaan pasta gigi, apalagi untuk anak yang belum bisa menelan dan berkumur.

Kapan waktu menyikat gigi?

Jujurlah ibu, banyak yang menganggap sikat gigi 2x sehari itu adalah pagi ketika mandi dan malam sebelum tidur. Padahal, TIDAK, Salah besar
2x waktu itu adalah:

PAGI SETELAH SARAPAN dan MALAM SEBELUM TIDUR

Jika anak menyikat gigi pagi, setelah sarapan gigi anak kotor kembali dan baru akan disikat sore atau malam harinya, kesempatan kuman untuk berkembang lebih besar. Setelah kita makan, makanan yang kita makan akan membentuk suatu lapisan tempat berkembangnya kuman. Jika lama kelamaan tidak disikat akan berakibat kuman akan berkembiang biak di lapisan itu dan perlahan gigi akan berlubang.

Noda menghitam itu bisa berbagai makna, bisa ada lubang ataupun lainnya. Kalau hitamnya karena lubang, perawatannya dibersihkan dan ditambal, tentunya bisa menjadi putih kembali apabila dilakukan penambalan. Namun tidak semua penanganan sama , tergantung dengan keparahan lubang gigi, noda hitam dan lubang gigi yang sudah besar tentunya ada perawatan lain selain penambalan.

Ada fase dimana gigi anak akan terlihat lebih besar dan mengganggu penampilan. Fase itu namanya ugly duckling. Kalau memang dicek dokter semua perkembangan normal tidak apa-apa, ditunggu saja nanti akan membaik.

Sebenarnya yang wajib dipakai adalah sikat gigi anak sesuai umurnya, biasanya di kemasannya ada. Semua sikat gigi sama asal teknik penyikatannya tepat. Jangan lupa dipelajari teknik-teknik , dimana  semua permukaan tersikat.

Untuk penggunaan mousse tentunya harus konsul terlebih dahulu, karena  mousse itu berisi floride yang ada dosisnya. Penggunaan floride yang berlebihan bisa mengakibatkan fluorosis.

Fluorosis gigi adalah gangguan yang sangat umum  ditandai dengan hipomineralisasi dari enamel gigi yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan fluorida selama pembentukan enamel.

Bentuk fluorosis “sangat ringan” (dan paling umum), ditandai oleh daerah kecil, buram, dan berwarna putih kertas yang tersebar tidak teratur pada permukaan gigi, meliputi kurang dari 25%-nya. Pada bentuk “ringan” dari penyakit ini, area putih berbintik-bintik ini dapat menyebar sampai dengan setengah dari luas permukaan gigi. (Dok : Wikipedia).

Thumb Sucking

Kebiasaan thumb sucking , bisa dicoba dengan menghilangkannya  secara perlahan, bisa dengan memberikan anak kebiasaan lain sebelum tidur misal boneka yang halus, atau apapun yang membuat mereka nyaman, karena thumb sucking merupakan wujud anak  mencari kenyamanan. Pengaruhnya ada untuk anak, apabila dibiarkan gigi dapat tumbuh maju ke depan. Dan juga bisa membuat langit-langit mulut atas menjadi dalam.

Perawatannya Gigi Patah :

1. Kalau patah masih di permukaan saja bisa ditambal dan observasi
2. Kalau sudah sampai saraf gigi akan ada perawatan gigi yang berujung penambalan
3. Kalau sudah tidak bisa diselamatkan ya dicabut.
Periode pergantian gigi(gigi goyang) bisa sampai umur 12 tahun , sangat beragam tiap anak.

Tabel pergantian gigi 


Memang biasanya usia anak beda2 terhadap pergantian gigi tadi, tidak semuanya umur 6 dsb, tapi baiknya apabila sudah 7 tahun dan tidak ada tanda-tanda bisa segera cek dokter apakah ada kelainan atau tidak.

Usia 6 tahun semuanya akan terganti,  kecuali gigi geraham belakang (permanen) yang tumbuh usia 6 tahun itu tidak ada gantinya.

Kalau anak trauma ke dokter gigi, orangtua lah yang harus aktif:

1. Jangan kembali ke tempat praktek drg dan lingkungan yang sama
2. Komunikasi dengan anak sangat penting bu. Mulai dari ajarkan anak “beri video tentang gigi, atau buku cerita, sering-sering komunikasikan ke anak tentang gigi
3. Perkenalkan anak dengan alat gigi, banyak kaca mulut disposable yang dijual untuk umum

 

 

About adminboghai

Penulis di www.boghaisan.com. Hobi mencoba tempat jajan baru dan enak, traveling, cat lover, sesekali menyanyi di smule @uci_26. Email : boghaisan@gmail.com

View all posts by adminboghai →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *