Apa yang biasanya bisa kita lakukan saat me time?, kalau aku sesekali melakukan kegiatan membaca.

Ternyata membaca itu banyak sekali manfaatnya lho, sehingga cocok sekali kita kenalkan pada anak kita sejak usia dini. Dan membaca buku bisa menjadi salah satu kebiasaan positif, yang bisa dilakukan kapanpun.

Membaca bisa meningkatkan daya ingat kita, mengurangi stres, meningkatkan kemampuan konsentrasi, belajar kosakata baru dan mengasah kemampuan komunikasi kita.

Buku akan membuat anak kita terbuka wawasan dan pengetahuannya, karena disekitar kita ada banyak sekali jenis bacaan, bahkan kita bisa mendapat inspirasi dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi.

Nah kemarin, aku berkesempatan mengikuti Gathering Online Blogger Perempuan dengan Let’s Read dari The Asia Foundation dan Komunitas Read Aloud, dengan tema BUKU : Bekal Anak Bertumbuh.

Ternyata ada kegiatan yang dinamakan Book Lab yaitu rangkaian pengembangan cerita bergambar yang terdiri atas 3 lokakarya, yaitu penyuntingan teks dan visual, penulisan, dan ilustrasi. Nah selanjutnya 10 penulis dan ilustrator dipilih oleh komite penilaian melalui penjurian.

2 pasang penulis-ilustrator, difasilitasi oleh masing-masing penyunting teks dan visual. Sebelum lokakarya penulisan sampai cerita bergambar diterbitkan, ke-10 penyunting teks dan visual juga mendapat arahan dari 3 pakar buku anak. Panjang ya prosesnya?

Membaca buku atau memberikan buku pada anak, wawasan mereka akan bertambah, buku merupakan sarana hiburan juga bagi anak, saat anak-anak membaca buku, seharusnya mereka mendapat pengalaman yang menyenangkan.

Anakku paling senang dengan buku yang penuh dengan gambar, dan anak Indonesia sangat membutuhkan buku cerita bergambar yang bermutu, berkualitas.

Hadir dalam online gathering, Mba Elsa Agustine yang  mengenalkan The Asia Foundation yang sejak tahun 1955 ada di Indonesia. Program pertamanya adalah Books For Asia (BFA), sudah lebih dari 3,5 juta eksemplar buku yang didonasikan di Indonesia. Dan sejak tahun 2017 memperkenalkan Let’s Read yaitu perpustakaan digital anak.

LET’S READ

Let’s Read adalah cerita bergambar digital untuk PAUD dan SD kelas rendah, yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, bisa diunduh dan dicetak, cukup akses melalui android atau website, sangat praktis dan gratis lho.

Sumber koleksi dari Let’s Read adalah Book Lab, Lokakarya penerjemah, dan penerbit diantaranya Mizan, Pelangi, KPK, Donasi, Unicef dan masih banyak lagi.

Kita boleh lho menunduh, mencetaknya, tapi tidak boleh untuk tujuan dperjualbelikan ya.

Let's Read

Salah satu cerita bergambar di reader.letsreadasia.org

Ada Ibu Roosie Setiawan, Founder Reading Bugs yang membuka wawasan diantaranya mengenai bagaimana cara bercerita yang baik pada anak saat membacakan cerita.

Reading Bugs Komunitas Read Aloud Indonesia, yang memiliki visi membuat anak Indonesia pembaca sepanjang hayat, dan misi menjadikan ‘read aloud” menjadi budaya di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Ibu Roosie mengajarkan banyak hal mengenai apa yang harus disiapkan dan dirasakan saat kita ingin membacakan nyaring (read aloud), diantaranya berapa menit, apa yang didapat, apa yang dirasakan?

Read Aloud atau membaca nyaring adalah salah satu hal penting yang bisa dilakukan oleh orang tua dan guru dengan anak-h anak, manfaatnya adalah membangun banyak keterampilan dasar penting, mengenalkan kosakata, memberikan contoh membaca lancar dan ekspresif, dan membantu kenalkan anak mengenai membaca untuk kesenangan.

Read Aloud membantu proses anak menuangkan kemampuan listerasi di usia dini, diataranya berbicara, membaca, menulis, dan menyimak.

Anak akan belajar banyak hal seperti berlajar berbahasa lisan, bertutur, belajar kosakata, menumbuhkan minat terhadap materi cetak misalnya buku, poster, jadi yuk mulai kelilingi anak dengan buku agar tumbuh minat membacanya.

Saat membacakan nyaring, kita akan terlatih dalam menulis, membaca, berbicara dan menyimak kosakata. Bercerita menjadi berintonasi dan berirama, yang akan membuat sebuah bacaan mudah dipahami, meningkatkan konsentrasi saat meyimak dan lebih tertarik pada bacaan.

Membaca nyaring juga akan memunculkan interaksi, lebih nyaman, percaya diri, lebih paham, dan lebih termotivasi dalam mempelajari sesuatu yang sedang kita baca.

Tahapan membacakan nyaring :

  • Persiapan : tahapan membaca anak, tujuan read aloud, pemilihan buku , pra baca
  • Sebelum : latar belakang pengetahuan, prediksi, sebut judul penulis, ilustrator
  • Saat Read Aloud : interaksi, dialog
  • Setelah : menceritakan kembali, diskusi isi buku, diskusi diluar buku

Yang harus kita perhatikan juga adalah tahapan membaca, dimana setiap usia memiliki jenjang buku yang berbeda lho, misalnya untuk anak usia 0-3 bayi- balita (pramembaca) berikan buku kain, buku tebal, buku taktil, dan buku dengan format interaktif.

  • Membaca Dini (3-6 tahun) : PAUD/TK, big book dan buku bergambar
  • Membaca awal ( 6-9 tahun ) : SD kelas rendah, big book dan buku bergambar
  • Membaca lancar ( 9-12 tahun) : SD kelas tinggi , Buku bergambar, buku dengan sedikit ilustrasi
  • Membaca lanjut ( 12-15 tahun) : SMP, buku dengan bab, novel, komik
  • Membaca mahir ( 15-18 tahun) : SMA , semua jenis buku
  • > 18 tahun : dewasa, semua jenis buku

Untuk membacakan nyaring, pilih buku bisa berdasarkan konten/isi, keterbacaan, kegrafikan dan genre.

Berdasarkan grafik misalnya, kita bisa memilih buku konsep untuk tingkatan pramembaca, buku cerita bergambar  (90% ilustrasi)/ big book untuk tingkat membaca dini, buku cerita bergambar/ big book  (70% ilustrasi) untuk tingkat membaca awal,  buku cerita bergambar 50% ilustrasi, buku dengan sedikit gambar, novel pendek, kumpulan cerpen untuk tingkat membaca lancar.

Kita bisa memilih genre fabel klasik fabel modern, fiksi realistik, dan buku nonfiksi.

Sebelum membaca nyaring, jangan lupa lakukan Prabaca atau preview yang bisa membantu kita mengetahui jalannya cerita, letak tanda baca untuk mengatur intonasi, antisipasi pertanyaan yang akan muncul, dan siapkan pertanyaan untuk diskusi.

Dalam prabaca sendiri, akan terlihat tokoh, setting, tema dan alur cerita, mulai dari awal, konflik, klimaks, dan solusi.

Jangan lupa lakukan percakapan pembuka, tunjukan sampul buku bacaan, cerita singkat sebagai gambaran, sebutkan judul, pengarang dan ilustrator, gali pengetahuan umum anak-anak, dan lakukan semenarik mungkin saat kita akan melakukan Read Aloud (membaca nyaring).

Bacakan cerita dengan suara yang tidak terlalu cepat, buat anak merasakan suasana cerita, ajak mereka interaksi di dalam cerita, ajak mereka bertanya, berdiskusi, dan mengungkapkan lisan mengenai cerita yang telah dibacakan.

Selamat mencoba ya, anakku suka sekali membaca semua cerita yang ada di Let’s Read, tampilannya aplikasi Let’s Read user friendly,  bisa memilih level membaca, bisa melihat ilustrasi dan  sinopsis cerita.

Perpustakaan digital Let’s Read bisa juga di gadget, atau browser, semuanya 100% GRATIS!, tidak perlu daftar dulu. Ada pilihan Bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa daerah.