Kampanye Edukasi “Indonesia Merdeka Diare”, Nutricia Sarihusada

Selasa, 22 Agustus 2017 Nutricia Sarihusada meluncurkan Kampanye “Indonesia Merdeka Diare”.

Diare merupakan penyakit yang sering dialami si kecil, saat seorang Ibu memiliki buah hati. Bahkan ada mitos yang menganggap diare adalah suatu pertanda bahwa anak sedang dalam proses akan lebih pintar.

Ternyata, diare itu bahaya jika penangananya tidak tepat.

Seorang ibu harus mengetahui penanganan diare yang tepat, agar tidak mengakibatkan efek ke depannya yaitu mengganggu  tumbuh kembang anak yaitu berat badan.

MC Amy Zein

Acara ini dipandu oleh MC Amy Zein, dengan menghadirkan nara sumber Nabhila Chairunissa, Brand Manager Digestive Care Sari Husada, Dr. dr. Ariyani SpA, dan Mom Cindy.

Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care – Sarihusada), Dok Nutricia SGM

Nabhila mengungkapkan tujuan diadakannya kampanye  Indonesia Merdeka Diare adalah wujud nyata komitmen Nuticia Sarihusada terhadap nutrisi untuk bangsa agar anak Indonesia menjadi anak generasi maju.

Kampanye ini diharapkan akan menjadikan para Ibu di seluruh Indonesia mengerti akan penanganan tepat saat anak mengalami diare dan setiap Ibu mempunyai pedoman untuk mengatasi Diare Anak, dan  untuk menjaga tumbuh kembang optimal dan mencetak generasi maju.

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan buang air besar yang frekuensi dan bentuknya tidak seperti biasanya, bisa  lebih dari 3 kali dalam waktu 24 jam, dan terdapat perubahan pada bentuk feses yang dikeluarkan (cair,lembek).

Rotavirus

Ciri Anak Diare :

  1. Pipi dan mata terlihat cekung
  2. Sedikit atau tidak mengeluarkan air mata
  3. Mulut dan lidah kering
  4. Kekenyalan kulit berkurang

Penyebab Diare :

Penyebab terbagi 2 Infeksi (Virus,bakteri,parasit dan jamur) dan Non Infeksi (Alergi, intoleransi makanan).

Penyebab paling umum adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur  atau parasit. Namun penyebab terbanyak adalah Rotavirus. Penelitian menemukan 30% anak Indonesia yang mengalami diare disebabkan oleh Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa.

Bakteri :

  • Escherichia Coli
  • Campylobacter
  • Clostridium Species
  • Shigella species
  • Vibrio Cholerae
  • Salmonella

Virus :

  • Rotavirus
  • Human Caliciviruses
  • Adenovirus

Parasit :

  • Entamoeba histolytica
  • Giardia Intestinalis
  • Cryptosporidium and Cyclospora

Rotavirus sering mengakibatkan dehidrasi dalam waktu cepat, dan mengancam jiwa. Angka kematian 6%   pada balita,pada negara berkembang lebih tinggi  karena banyak malnutrisi.

Di negara lain, penelitian menunjukan angka yang lebih tinggi untuk intoleransi laktosa yaitu 67% diare karena rotavirus, dan 49% pada diare non rotavirus.

Saat diare karena Rotavirus, akan terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, diantaranya enzim laktase akan berkurang.

Enzim laktase berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Intoleransi laktosa adalah kondisi dimana Laktosa yang tidak tercerna akhirnya tidak dapat terserap , sehingga mengakibatkan diare semakin berat, kembung dan tinja berbau asam.

Fakta Diare

  • 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare (Rikesdas 2013)
  • Diare dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang si kecil
  • Dalam 1 tahun rata rata anak Indonesia alami diare 2-6 kali dalam setahun
  • 60% dari diare yang terjadi di Indonesia 60% disebabkan karena infeksi virus yaitu Rotavirus, 30% anak yang terkena rotavirus memiliki intoleransi laktosa.
  • Penyebab kematian no 2 tertinggi di Indonesia, dan sejalan dengan data Rikesdas 2013 mengenai kejadian diare pada anak sebesar 17%.
  • Penyebab  rawat inap di RS Indonesia *(Kemenkes 2008)

Resiko Diare :

1. Beresiko lebih pendek 3.6 cm saat berusia 7 thn dibandingkan teman seusianya dan beresiko memiliki IQ lebih rendah.

2. Anak akan memiliki resiko kekurangan gizi.

Ciri Diare :

  • Bentuk tinja Cair
  • Frekuensi BAB lebih dari 3x sehari
  • Warna BAB tidak normal (warna putih, hitam, bercak darah)
Anak Diare

Penting untuk selalu memantau 3 hal deteksi dini Diare :

  • Frekuensi anak buang air ( setiap anak berbeda-beda  bisa 2 hari sekali 3 hari sekali)
  • Warna harus  dipantau  yang bagus adalah  kecoklatan, kekuningan , kehijauan
  • Bentuk feses yang baik adalah yang menggumpal, lunak dan mudah dikeluarkan
  • Lakukan konsultasi kepada tenaga medis jika terdapat hal yang mencurigakan
  • Warna feses berubah hitam bercak atau bercak darah

Hal penting yang harus diperhatikan ketika si kecil diare, agar anak tidak mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi :

1. Untuk anak yang masih mendapatkan ASI teruskan pemberian ASI,karena ASI adalah yang terbaik.
2. Cegah dehidrasi dengan oralit.
3. Konsultasikan ke tenaga medis.
4. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil.
5. Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa, berdasarkan rekomendasi tenaga medis.

Tanda Diare dengan Intoleransi Laktosa :

  1. Diare cair berlebihan
  2. Kembung
  3. Sering buang gas
  4. Sakit perut
  5. Kemerahan disekitar anus
  6. Tinja berbau asam

Penanganan Diare, terdapat 3 tahap :

  1. Rehidrasi
  2. Pemberian Nutrisi (asi, susu formula jangan diencerkan, berikan susu formula khusus jika diperlukan)
  3. Terapi obat-obatan : antibiotik untuk infeksi bakteri berat sesuai indikasi
  4. Pencegahan :Vaksinasi

Nutrisi saat Diare :

  1. Menjaga asupan kalori dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh
  2. Mempercepat proses pemulihan

Apabila anak tidak mau makan dan minum saat diare, orang tua perlu tetap mengusahakan asupan yang bernutrisi yang mudah diterima oleh anak.

ASI dan oralit adalah cairan utama selain zinc, yang dapat diberikan ketika anak diare, sehingga dapat mempercepat pemulihan funsi usus normal, agar kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk, serta berikan energi untuk mempercepat proses pemulihan ujar DR Dr Ariani Dewi Widodo Sp.A(K).

Kepekaan orang tua saat anak alami diare sangat penting, karena anak akan mengalami pengurangan berat badan saat dan setelah diare, sehinga anak dapat mengejar pertumbuhan fisiknya.

Kapan harus dibawa ke dokter :

  1.  BAB sangat sering dengan tinja sangat cair
  2. Muntah berulang kali
  3. Tampak sangat haus/lemas
  4. Buang air kecil pekat, sedikit atau tidak ada
  5. Tinja bercampur darah
  6. Tidak membaik dalam 3 hari

Untuk mendukung kampanye ini, Nutricia Sarihusada mengeluarkan 4 video miniseries yang dapat dilihat di youtube :

  1. Episode 1 : Dampak diare
  2. Episode 2 : Kenali Diare
  3. Episode 3 : Jenis Diare
  4. Epsode 4 : Hal penting Hadapi diare
Permenang Live tweet dan live gram

Dalam acara ini diadakan lomba the best live tweet dan livegram, serta games yang menggunakan media handphone dimana kita menjawab 4 pertanyaan memilih mitos atau fakta mengenai pernyataan mengenai  diare melalui Kahoot.

Keterangan foto (4 orang) kiri-kanan : Dr. Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care – Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom)
kiri-kanan : Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (Medical Expert), Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care – Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom)

Kampanye Indonesia Merdeka Diare juga akan dilaksanakan di Surabaya dan Medan, selain itu dibuat juga digital online, media/blogger gathering, radio Talkshow  dan leaflet edukasi.

About adminboghai

Penulis di www.boghaisan.com. Hobi mencoba tempat jajan baru dan enak, traveling, cat lover, sesekali menyanyi di smule @uci_26. Email : boghaisan@gmail.com

View all posts by adminboghai →

2 Comments on “Kampanye Edukasi “Indonesia Merdeka Diare”, Nutricia Sarihusada”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *