Sudah hampir di penghujung tahun, namun pandemi masih belum juga usai, kasus kematian masih tinggi. Kini semuanya harus dibatasi untuk melakukan kegiatan apapun diluar rumah dan tetap #dirumahaja.

Bahkan kini varian COVID-19 nya sudah ada varian delta, bahkan delta plus, sehingga kita harus selalu waspada akan penularannya. Kini kitapun harus mempertimbangkan saat berkegiatan di ruangan tertutup, terkait dengan sirkulasi udara yang bisa menularkan virus.

Selain protokol kesehatan 5M, mulai saat ini kita harus memperhatikan kualitas udara yang kita hirup, terutama di dalam ruangan yang tertutup? karena perpindahan virus banyak terjadi, apalagi  jika tidak ada ventilasi yang memadai.

Nah 5 Agustus 2021 lalu , Signify Indonesia membahas lengkap mengenai UV-C dan pemanfaatan teknologi UV-C dengan tema “Perlindungan Gelombang Lanjutan Desinfeksi Udara dalam Ruang dengan UV-C untuk Mengurangi Risiko Transmisi Virus & Bakteri melalui Udara”, sebagai salah satu usaha untuk memerangi pandemi ini.

Hadir sebagai pembicara Dr. Dicky Budiman, MD, M.Sc.PH Ahli Epidemiologi dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University Australia, Deddy El Rashid Praktisi Pengelola Bangunan, Sekjen BOMA Indonesia, Dedy Bagus Pramono Country Leader and President Director Signify Indonesia, Lea Kartika Indra Head of Integrated Communications and Marketing Signify Indonesia dan Wibawa Jati Kusuma Commercial Operations Leader Signify Indonesia.

Diskusi kali ini membahas mengenai teknologi UV-C yang bisa menjadi solusi bagi tempat-tempat umum yang sering kita kunjungi seperti mall, hotel, restoran, kantor dan ruang publik lainnya yang memiliki ruangan tertutup.

Jadi tidak lama lagi, kita akan bisa menikmati kembali belanja ke mall, bekerja dari kantor, makan di resto, tentunya tetap dengan protokol kesehatan dan dibantu dengan teknologi terbaru Signify yaitu UV-C.

Pemanfaatan teknologi UV-C sebagai salah satu cara desinfeksi udara yang efektif dan aman dapat menjadi bagian penting dalam upaya menambahkan perlindungan dari ancaman berbagai bibit penyakit yang ada di udara suatu ruangan publik, seperti kantor, sekolah, toko, rumah ibadah, dll.

Hal ini diharapkan bisa membantu mendukung segera pulihnya kehidupan masyarakat dan mempercepat kembalinya aktivitas perekonomian di Indonesia.

Ventilasi yang layak menjadi sangat penting dalalm memastikan tersediaanya sirkulasi udara yang baik – Dedy Bagus Pramono Country Leader

Pemanfaatan teknologi UV-C bisa menjadi salah satu  solusi desinfeksi udara yang efektif dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan protokol kesehatan di dalam ruangan publik.

Ilustrasi pemasangan UV-C Upper Air di mall

Teknologi UV-C khususnya Upper-air akan membantu memberikan perlindungan tambahan dari bahaya transmisi virus dan bakteri penyebab penyakit dengan menjaga kualitas udara yang ada dalam ruangan tertutup.UV-C light efektif melawan virus dan bakteri, dengan biaya yang efisien dalam pemasangan dan pemeliharaan, mudah dipasang oleh profesional, dengan design yang aman.

Dr. Dicky Budiman, MD, M.Sc.PH Ahli Epidemiologi menjelaskan banyak hal mengenai pandemi COVID-19, yang saat ini penyebarannya sangat cepat dari sebelumnya.

Kita membutuhkan teknologi untuk membantu menjaga kualitas udara, agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Karena penyebaran penyakit bisa terjadi melalui udara.

Potensi yang bisa meningkatkan penularan, bisa terjadi di cluster keluarga, cluster kantor maupun cluster restoran. Penyebaran bisa terjadi bahkan 5 menit saat kita sedang membuka masker di restoran.

Hal ini terjadi karena ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi yang buruk memiliki resiko besar terhadap perpindahan penyakit melalui udara. Walaupun ruangan besar, tetap harus diperhitungkan arus udaranya dengan cermat.

Penyebaran melalui udara bisa terjadi melalui droplet , ataupun udara. Saat kita berada di ruangan dan duduk, kita memiliki resiko tertular lebih besar karena posisinya lebih rendah, sehingga rentan terhadap aerosol yang berkumpul di bagian bawah ruangan karena pengaruh gravitasi.

Penyebaran  virus yang berasal dari droplet  bisa terbawa udara sampai dengan 9 meter, saat seseorang bersin atau batuk. Dan saat ini varian delta memiliki jumlah virus 1000x lebih banyak dari varian sebelumnya. Karena itu jangan lupa tuk selalu memakai masker 2 lapis, terus dilakukannya 3T (tracing, testing, treatment), lakukan 5M, dan vaksinasi.

Dan UV-C bisa menjadi salah satu metode desinfeksi yang bisa diandalkan, menjadi strategi perlindungan tambahan untuk memperkecil resiko penularan dan terbukti UV-C bisa menonaktikan virus penyebab Covid-19. Teknologi UV-C bisa digunakan sebagai alternatif solusi diinfeksi udara yang efektif – Dr. Dicky Budiman, MD, M.Sc.PH Ahli Epidemiologi

Deddy El Rashid Praktisi Pengelola Bangunan, Sekjen BOMA  dan BOG ASHRAE Indonesia, menjelaskan mengenai banyak hal mengenai apa yang seharusnya disiapkan oleh pengelola bangunan dalam menghadapi pandemi ini, yaitu mengontrol sumber virus, ventilasi udara, pembersih udara dan desinfeksi udara.

Untuk ventilasi, filtrasi, dan pembersihan udara, maka pengelola gedung harus menyediakan dan mempertahankan asupan udara luar, karena diperlukan minimum sesuai dengan standar ventilasi. Gunakan kombinasi filter dan pembersih udara dengan memakai MERV 13 atau yang setingkat untuk mensirkulasikan udara dalam sistem HVAC. Gunakan juga sistem pembersih udara yang terbukti efektif dan aman. Operasi sistem HVAC akan membatasi masuknya kembali udara yang terkontaminasi ke dalam gedung.

Jangan lupa tuk selalu menjaga jarak , minimal 1.5 – 2 meter, agar tetesan besar dan aerosol (tetesan kecil kering)  saat seseorang bersin, batuk atau bicara.

Deddy El Rashid Praktisi Pengelola Bangunan, Sekjen BOMA Indonesia juga menjelaskan mengenai INFECTION RATE atau tingkat infeksi, yaitu kemungkinan atau resiko infeksi dalam suatu populasi. Solusinya adalah semua orang PAKAI MASKER dan jaga jarak 2 meter, agar  resikonya menjadi 0 %.

Bagaimana mengantisipasi mall bebas virus yaitu dengan melakukan cek suhu pengunjung, pengaturan lalu lintas tamu yang kelua masuk,  memastikan benar memakai masker, jaga jarak, menyediakan area cuci tangan dan cairan desinfektan, dan memperbaiki sistem sirkulasi udara/ventilasi, menganti vilter dengan MERV 13.

Tingkat ventilasi memiliki dampak terhadap resiko penularan penyakit melalui udara, karena itu harus memasukan cukup udara bersih dari luar ruangan dan mengirimkannya ke zona pernafasan, secara efektif menipiskan konsentrasi polutan.

Untuk mengurangi resiko infeksi virus SARS CoV-2, maka tingkat ventilasi luar ruangan harus ditingkatkan ke kapasitas operasional maksimum sistem ventilasi bangunan. Selain itu harus ditingkatkannya filtrasi sistem udara sentral ke MERV-13, menambahkan pembersih udara portable dengan filter HEPA atau MERV yang tinggi, menambahkan alat UVGI/UV-C pada ducting, AHU, upper room dan kipas tambahan di area padat, juga menjaga temperatur dan kelembaban sesuai pertimbanagan penularan aerosol. 

Pak Deddy El Rashid, juga sempat menjelaskan mengenai SNI 6390 2021, ASHRAE 62.1, dan AIr Changes per Hour (pertukaran udara per jam).

Mengenal UV-C

UV-C sendiri adalah gelombang pendek 100 NM – 280 NM (germcidal), dan semua jenis organisme rentan terhadap penyinaran UV-C. UV-C bisa memecah DNA dari virus dan bakteri.

UV-C perlengkapannya dipasang di ruangan dengan ketinggian diatas  7 kaki (2.3 meter), dengan pertimbangan tidak ada ventilasi mekanis, ventilasi mekanis terbatas, tempat berkumpul dan area beresiko tinggi lainnya, dan membutuhkan reflektivitas UV rendah pada dinding dan langit-langit.

Kemampuan mengontrol udara (UVGI/UV-C ruang atas) untuk menonaktifkan mikroorganisme di udara pada tingkat yang sama dengan ventilasi mekanis.

Dengan pendekatan pertukaran udara setara, akan mengurangi penularan COVID-19 dalam bangunan, karena meningkatkan masuknya udara luar bukan satu-satunya cara untuk mencapai udara dalam ruangan yang aman.

Filtrasi dan pembersihan udara lokal bisa juga dilakukan, untuk mencapai target perubahan udara yang efektif, harus mencapai 4-6 eACH yang direkomendasikan bisa dengan melakukan kombinasi strategi kontrol termasuk filtrasi MERV 13, filtrasi HEPA lokal, ventilasi udara luar dan juga memakai UVGI ruang atas (UV-C Upper Air).

Ada juga istilah CADR=  Clean Air Delivery Rate, Tingkat Sirkulasi udara bersih yaitu tingkat pengangkatan partikel dari udara.

CADR = laju aliran udara x efisiensi pembersihan.

Karena penyebaran SARS CoV-2 melalui udara sangat mungkin terjadi, maka harus dikendalikan dengan cara melakukan pembersihan udara untuk membantu mengurangi resiko penularan, dan bisa dikendalikan jika dilakukan pengaturan sistem tata udara dan pembersihan dalam ruangan.

Lakukan pemilihan sistem pembersihan udara dengan tepat, dan metode EACH bisa dipakai sebagai pengganti sistem ventilasi udara. Dan UV-C tidak menghilangkan virus, jamur, bakteri TAPI MENONAKTIFKAN nya sehingga tidak berbahaya lagi.

UV-C bisa dimanfaatkan untuk desinfeksi udara dalam ruangan terutama area publik seperti gedung kantor, sekolah, toko, mall, rumah ibadah dan lainnya. Teknologi UV-C efektif melawan virus dan bakteri di udara.

Philips UV-C upper air akan menonaktifkan 99.99% virus COVID-19 dalam ruangan dalam waktu 10 menit , jika 20 menit maka viirus tidak akan bisa terdeteksi lagi. Philips UV-C upper air desinfection aman digunakan terus menerus meskipun ada orang yang beraktivitas di dalam ruangan.

KUALITAS UDARA Vs PENYEBARAN VIRUS

Kualitas udara di ruangan tertutup harus diperhatikan, dan teknologi UV-C efektif meningkatkan kualitas udara bersih dan perpindahan virus, di ruangan tertutup publik disini seperti resto, supermarket, hotel, sekolah, kantor, tempat ibadah.

Ancaman virus akan selalu ada, karena itu kita harus selalu menjaga kebersihan, pola hidup sehat, vaksin, dan 5M. Namun kesadaran akan pentingnya kualitas udara untuk melindungi diri dari selama pandemi dan setelah pandemi berakhir sangatlah penting.

UV-C Signify akan terus melakaukan desifikasi sambil tetap adanya Sinar UV-C Signify

Eindhoven, Belanda – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, bersama dengan Innovative Bioanalysis, sebuah Laboratorium Referensi Keselamatan Bersertifikat CAP, CLIA, AABB di Costa Mesa (California) telah melakukan riset yang memvalidasi efektivitas luminer UV-C disinfection upper air dalam menonaktifkan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. 

Luminer UV-C disinfection upper air ini menonaktifkan 99,99% SARS-CoV-2 di udara suatu ruangan dalam 10 menit, dan virus berada di bawah tingkat yang dapat terdeteksi pada menit ke-20. 

“Berdasarkan cara kerja paparan UV-C yang sudah diketahui dalam menonaktifkan patogen, kami memperkirakan pencahayaan desinfeksi UV-C akan memiliki dampak yang serupa terhadap berbagai mutasi genetik dari SARS-CoV-2,” kata Sam Kabbani, Chief Scientific Officer di Innovative Bioanalysis.

Hasil uji coba ini menunjukkan efektivitas luminer UV-C disinfection upper air kami dan kontribusi penting yang dapat diberikan produk ini dalam memerangi virus corona dan virus-virus lain di masa depan,” kata Harsh Chitale, Division Leader Digital Solutions di Signify. “Ini membuktikan bahwa pencahayaan UV-C untuk aplikasi udara ruang atas dapat menjadi upaya pencegahan yang berhasil bagi banyak organisasi yang sedang mencari berbagai cara untuk menyediakan lingkungan bebas virus bagi tamu, pelanggan, dan karyawan mereka.”

Di tahun 2020, Signify meningkatkan produksi pencahayaan UV-C hingga delapan kali lipat untuk mendukung upaya melawan virus corona dan mengakuisisi GLA untuk melengkapi portofolio perusahaan dengan luminer untuk desinfeksi udara ruang atas. Sejak saat itu, Signify telah memasang luminer UV-C disinfection upper air di beberapa lokasi, termasuk peritel EDEKA Clausen di Jerman, dm di Slovakia, dan Rugby Union Club Harlequins di UK.

Lebih dari 35 tahun, Signify telah menjadi yang terdepan dalam teknologi UV, dan memiliki rekam jejak yang terbukti atas inovasi dan keahlian aplikasi yang kuat dalam pencahayaan UV-C. Lampu UV-C Signify dirancang, dipasang, dan digunakan sesuai dengan instruksi keselamatan yang spesifik untuk masing-masing produk, dan diproduksi dengan proses industri yang terkontrol baik.  Aplikasi lampu UV-C untuk penggunaan profesional harus selalu dilakukan oleh para profesional sesuai dengan syarat dan instruksi keselamatan.

Cara Kerja sinar UV-C Signify

Signify dan Innovative Bionalysis memvalidasi efektivitas sinar UV-C Signify dalam mendesinfeksi udara

Hasil uji menunjukkan bahwa luminer UV-C disinfection upper air menonaktifkan 99,99% virus SARS-COV-2 di udara suatu ruangan dalam waktu 10 menit

Ketinggian dimana luminer ini dipasang, dalam kombinasi dengan desain luminer, memungkinkan sistem ini untuk mendesinfeksi udara yang bersirkulasi di dalam ruangan, bahkan saat ada orang di dalamnya. Ventilasi mekanis dan/atau konveksi alami akan memutar udara yang telah didesinfeksi kembali ke bagian bawah ruang. Lebih dari itu, pelindung dan optik pada luminer dirancang untuk mencegah paparan yang tidak disengaja terhadap radiasi UV-C bagi orang-orang yang berada di bawahnya. 

Tertarik untuk memasangnya, bisa langsung menghubungi distributor Signify ya.