Ada ga yang ga boleh konsumsi ayam kaya aku sekarang?, dikasih kelonggaran kalau aku masih boleh makan ayam kampung.

Kebetulan pas aku jalan ke daerah Sentul, tepatnya di Jl. Raya Alternatif Sentul, Sentul, Bogor, ada bangunan yang menarik mata yang tulisannya Ayam Goreng Kampung Gajah Mungkur.

Sekilas dari luar resto terlihat sepi, ternyata saat jam makan siang, mulai datang pecinta ayam kampung lainnya. Rumah makan khas Wonogiri restorannya besar dan enak untuk  makan rame-rame  dengan keluarga.

Bangunannya tingkat, di lantai 2 tersedia ruangan out door. Sedangkan di lantai 1 no smoking area dan ber AC.Waitersnya sendiri sangat banyak, dan mereka sangat sigap dan ramah melayani setiap tamu yang datang.

Kemarin saat kesana, menunggu pesanan tidak begitu lama, dan uniknya menunya disajikan dengan piring kayu yang estetik dan dialasi daun pisang.

Ruangannya sendiri menurutku nyaman, minimalis, estetik,luas, bersih, mewah, dan tersedia ruang VIP yang bisa dipakai jika kita ingin makan di ruangan khusus yang hanya terisi dengan keluarga kita saja.

Kamar mandinya banyak dan sangat terjaga kebersihannya, begitu juga dengan wastafelnya.

Mata kita juga akan dimanjakan dengan banyaknya tanaman hijau kekinian, seperti kaktus dan yang lainnya. Menurutku banyak spot instagramable disini. Gajah Mungkur Ayam Kampung ini buka mulai jam 10 pagi.

Menunya sendiri disini banyak, uniknya lagi, cover buku menu adalah kayu dengan inisial G didepannya.

Pilihan menunya sendiri banyak , dan yang paling penting rasa bumbu ayam goreng kampungnya mantap dan ukurannya lumayan besar, ayamnya juga ga alot saat kita makan. Disajikan bersama serundeng gurih, lalapan, nasi pulen dan sambal bawang pedas.Kulit ayam berwarna kecokelatan garing. Wangi serundeng  tercium wangi. Ada lalapan kol, mentimun, dan daun pepaya.

Aku juga sempat pesan Peda Cabe Ijo ternyata tidak terlalu pedas, disajikan dengan  potongan tomat hijau ditumis dengan cabe ijo.

Kemarin juga kita sempat pesan ayam bakar daging, hanya saja lupa difoto karena langsung dimanakan :), jadi nasinya  dibumbuin dan di campur daging.

Tempat ini instagramable, ada baby chair juga untuk si kecil, nah buat yang macet-macetan dari Puncak mau ke Jakarta bisa keluar dulu di gerbang tol Sirkuit Sentul dan menuju tempat ini.

 Pelayanannya sangat cepat dan pegawainya sangat ramah. Untuk resto menjalankan dan menerapkan prokes mulai dari pintu masuk dan seluruh karyawannya memakai masker

Harganya sendiri agak mahal, tapi sesuai dengan rasa, Ayam dada 48K, Ayam paha, Nasi ayam paha komplit, Nasi ayam dada komplit, Sop iga sapi 50K, Pecel, Kepala ayam 10K, Ati ampela 10K, Tempe mendoan,Soto ayam 35K, Ikan mas bumbu pedas, Pepes ikan mas, Peda cabai hijau.

Nasi goreng ayam  kampung 38K, bihun goreng 21K, nasi pecel 31K, pondoh pecel 30K, sroto banjar 40K, bakso 35K, mie godok 38K , nasi bakar teri 45K, nasi bakar peda 42K,nasi bakar ayam, nasi bakar daging, nasi bakar tongkol, nasi uduk 50K, nasi gudeg 52K, nasi oseng tempe ikan peda 26K, nasi oseng tempe ikan salem, nasi sayur lodeh 32K, nasi sayur gori, nasi ayam dada komplit 63K, nasi ayam paha komplit, nasi rames special 45K, nasi rames biasa 38K, nasi kuning 55K, nasi putih 12K.

Untuk parkir bisa di halamannya atau di basement (khusus motor di basement). Selamat mencoba.