Warna Warni Harapan Integrasi Antar ModaTransportasi Jakarta

Saat ini banyak pilihan moda transportasi di Jakarta untuk mencapai tempat tujuan mulai dari Trans Jakarta,KRL sampai yang akan hadir MRT dan LRT. Namun apakah sudah diimbangi juga dengan pengintegrasian fasilitas untuk berpindah antara moda yang satu dengan yang lainnya?, sebelum tiba di tempat tujuan.

Dewan  Transportasi Kota Jakarta

DTKJ merupakan lembaga independen di daerah yang berfungsi sebagai forum konsultasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dan memberi saran kepada kepala daerah untuk persoalan terkait transportasi.

Anggota DTKJ terdiri dari berbagai elemen masyarakat, seperti dari perguruan tinggi, pakar transportasi, pengusaha angkutan, pengguna jasa transportasi, kepolisian, Dinas Perhubungan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang transportasi.

“Tugas DTKJ berfungsi menampung aspirasi masyarakat dan memberikan bahan pertimbangan kepada pemda di bidang transportasi baik diminta maupun tidak (sumber kompas.com).

Atas undangan dari Tau Dari Blogger, saya berkesempatan menghadiri Temu Unsur pengguna Angkutan Umum dengan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). DTJK berperan sangat penting dalam menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat untuk pembuatan kebijakan di bidang transportasi kepada Gubernur DKI Jakarta.

Acara dimulai pada pukul 1 siang, di ruang rapat DTKJ Taman Jatibaru Jakarta Pusat dan dihadiri oleh berbagai komunitas dan pengurus dari DTKJ saat ini. Temu pengguna kali ini adalah memberikan masukan mengenai perbaikan fasilitas yang mengintegrasikan transportasi umum yang kita gunakan sampai dengan lokasi tujuan.

Jajaran anggota DTKJ periode 2017-2020 :

1. Ketua : Iskandar Abubakar (pakar transportasi)
2. Wakil Ketua: Dony Andy Saragih (pengusaha angkutan)
3. Sekretaris: Aully Grashinta (pengguna jasa transportasi)

Komisi Penelitian dan Pengembangan
1. Ketua Komisi: Daryati Asrining Rini (pakar transportasi)
2. Anggota: Eva Azhra Latifa (perguruan tinggi), Teddy Kurniawan Rusly (pengusaha angkutan), Meyer Silaban (pengguna jasa transportasi).

Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat
1. Ketua Komisi: Ellen Tangkudung (perguruan tinggi)
2. Anggota: Sudaryatmo (LSM), Tory Damantoro (LSM), AKBP Miyanto (kepolisian)

Komisi Tarif dan Pembiayaan
1. Ketua Komisi: Jonggir Sitorus (pengusaha angkutan)
2. Anggota: Setia Milatia Moemin (pakar transportasi), Emanuel Kristanto (Dinas Perhubungan)

Komisi Kelaikan dan Keselamatan
1. Ketua Komisi: Najid (perguruan tinggi)
2. Anggota: Much Zainal Abidin (awak angkutan), Bagus Supriyanto (LSM)

Sumber : http://megapolitan.kompas.com

Hadir dalam diskusi kali ini Ketua : Iskandar Abubakar Wakil Ketua: Dony Andy Saragih, Ketua Komisi Tarif dan Pembiayaan: Jonggir Sitorus (pengusaha angkutan), Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat
Ellen Tangkudung (perguruan tinggi), Sekretaris: Aully Grashinta (pengguna jasa transportasi), Bagus Supriyanto (LSM)Komisi Kelaikan dan Keselamatan, Sudaryatmo (LSM) Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat,dan  Tory Damantoro (LSM)Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat.

Mewakili pengguna, hadir  berbagai komunitas seperti :

  1. Busway Fans Club
  2. Jurnalis Jakarta Post dan Kompas.com
  3. KUAT (Koalisi untuk Aksesibilitas Transportasi)
  4. Koalisi Pejalan kaki
  5. Trans Jakarta Community, BikeToWork
  6. Commuter Line Mania
  7. Swara Trans Jakarta
  8. Tau Dari Blogger

Kehadiran Busway Trans Jakarta saat ini pun belum steril jalurnya, karena masih ada kendaraan lain yang melintasi jalurnya, walaupun telah ada pembatas tinggi yang dibangun, dan menjadikan lebar jalan menjadi menyempit ujar Iskandar Abubakar.

Iskandar Abubakar

Jakarta kedepannya akan  memiliki banyak transportasi massa modern seperti   LRT , MRT,  dan BRT Jalur Layang  yaitu Koridor 13 . BRT  (Trans Jakarta ) hadir sejak 2004, namun masih memiliki permasalahan akan jalurnya yang tidak steril dari kendaraan lain sehingga mengakibatkan adanya peninggian jalur batas busway yang mengurangi lajur jalan, masih ada juga pilihan lainnya bis, taksi , online yang dapat kita pilih sebagai alat transportasi. Diharapkan angkutan dapat beri manfaat kepada masyakarat yang tinggal dan bekerja.

DTKJ hadir sebagai jembatan antara pengusaha, pengguna dan PEMDA dan memberi masukan kepada Gubernur. Perbaikan angkutan umum merupakan agenda dari DTJK setiap tahunnya, sehingga dibutuhkan masukan dari pengguna jalan agar integrasi cepat terlaksana di Jakarta.

Kehadiran berbagai media transportasi akan memberikan manfaat bagi masyarakat di Jakarta. Namun sebaiknya Pemda juga memperhatikan Intergasi dan fasilitas bagi masyarakat saat akan berpindah ke moda transportasi lainnya. Berbagai usulan pun disampaikan pada temu pengguna kali ini, diantaranya :

I. David Tjahjana (Swara Trans Jakarta)

Operator Transportasi di  Jakarta :

  1. Bus rapid Transit, Transjakarta
  2. Commuter Line, KCJ
  3. Mass Rapid Transit, PT MRT
  4. Light Rail Transit, Jakpro
  5. Light Rail Transit , Adikarya
  6. LRT Jababeka
  7. Angkutan umum reguler

Regulator :

Dinas Perhubungan dan Transportasi

Badan Pengelola Transportasi

Kementrian Perhubungan

Tujuan Integrasi :

  1. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi : maksimal 2 kali transfer, maksimum perjalanan ke tempat kerja maksimal 90 menit pada jam sibuk dengan kecepatan moda rata-rata 30 km/jam (menurut RIT Jakarta)
  2. Aman,nyaman, terjangkau (AC)
  3. Keselamatan, kemudahan, kegunaan, kemandirian penumpang
  4. Mendorong  penggunaan transportasi massal

Integrasi yang harus diperhatikan :

  1. Fisik
  • Kemudahan transfer ke antar moda lain
  • konektifitas antar moda yang lokasinya berdekatan (halte TJ Kota & Stasiun Jakarta Kota) (Halte TJ Duku Atas dan Stasiun Sudiman) perlu di lakukan perbaikan fasilitas area pejalan kaki  (Jembatan Penyebrangan Orang, Kanopi, lampu penerangan)
  • konektifitas antar  moda yang lokasinya berdekatan dan membutuhkan sarana transportasi lain/tambahan
  • Stasiun yang belum terhubung dengan halte (Tanah Abang, Senen)
  • Konektivitas intra moda (Halte Matraman, Cawang Cikoko)
  • Universal design (toilet,ubin pemandu bagi disabilitas)

2. Tiket

  • tiket elektronik (Non tunai) yang mudah untuk dilakukan top up, tidak ada minimal charge,tidak mudah rusak, bisa digunakan untuk transaksi lainnya, dapat digunakan untuk antar moda lainnya.

3. Informasi

  • Saat ini tersedia layanan berbasis web (trafi,Moovit,Qlue, Go busway, Googlemap)
  • Papan informasi di kedua sisi (halte juanda, stasiun juanda, stasiun Sudirman,  Halte Duku Atas)
  • Jawal keberangkatan dan perkiraan kedatangan
  • Integrasi koridor 13 dengan Koridor 8, MRT, Koridor 1 dan 10
  • Integrasi LRT Phase dengan koridor 2, koridor 4 MRT  dan Transjajarta

2. Deddy Herlambang (CL Mania)

Deddy Herlambang menyampaikan Harapan pengguna jasa Commuter line terhadap fasilitas intergasi di stasiun.

Masyarakat komuter adalah seseorang yang memiliki akivitas jauh antara asal dan tujuan, entah hanya berpergian ataupun  bekerja atau berdagang.

Harapan pelanggan :

  1. Pelayanan
  2. Keamanan
  3. Keselamatan

Integrasi:

  1. E-Ticketing, tarif tetap dalam melayani penumpang KRL,BRT,LRT,MRT
  2. Jadwal
  3. Infrastruktur
  4. Aplikasi IT

Kenyataan

  1. Banyak lintas kereta komuter stasiun besar (Bogor,Bekasi,Maja dan Tanggerang) belum terintegrasi dengan angkutan jalan atau di Botabek masih ada stasiun yang tidak terlewati trayek angkot (angkot tidak terjadwal)
  2. Angkot mikrolet hanya ngetem  di jam sibuk pagi sore, akhirnya banyak mengandalkan ojek
  3. Masih belum ada papan informasi di setiap stasiun commuterline mengenai jadwal dan pilihan alternatif moda angkutan jalan lain
  4. Integrasi BRT baru terdapat di stasiun Tebet, Pesing, Cawang, Palmerah, Mangarai, Kalibata
  5. Di stasiun CL tdak ada informasi petunjuk menuju hate BRT atau tidak ada jadwal BRT
  6. BRT tidak berintegrasi dengan jadwal CL
  7. Khusus stasiun Tanggerang, Depok, Bogor terlau jauh mencapai angkot dan tidak manusiaswi bagi teman teman Difabel.
  8. Beberapa contoh tidak tertatanya angkot/mikrolet di kawasan  stasiun seperti Bogor, Cilebut, Bojong Gede, Citayam, Depok, Bekasi , Tanggerang, Kebayoran Baru, Tanah Abang dan lain lain yang menyebabkan pelanggan sulit saat akses keluar stasiun bila ditambah pengojek di pintu keluar stasiun.
  9. Stasiun CommuterLine menjadi simpul kemacetan lalu lintas karena angkot, bus, taxi, ojek, penjemput , pedagang mengetem dan mangkal menggunakan bahu jalan dan trotoar.
  10. Stasiun Depok Baru Pintu Barat terdapat ruang parkir luas yang tidak terpakai karena tertutup pasar. Pintu timur juga terdapat sub terminal yang tidak terpakai

HARAPAN FASILITAS UNTUK INTEGRASI  ANTAR MODA :

  1. Diadakan integrasi stasiun antar kereta jarak jauh dengan kereta commuter line
  2. Diadakan informasi jadwal dan posisi BRT di stasiun kereta Commuter Line
  3. Diadakan informasi jadwal   dan posisi kereta  CL di Halte/shelter BRT
  4. Diadakan integrasi 1 aplikasi online untuk informasi  posisi kereta dan moda feeder(BRT,angkot,dll)
  5. Integrasi payment  antar moda dalam e-ticketing
  6. Integrasi infrastruktur antar moda yang ramah terhadap difabel
  7. Diadakan halte BRT di dalam area /bangunan stasiun CL

Seluruh usulan yang disampaikan dalam temu pengguna hari ini, disepakati fokus kepada perbaikan intergrasi antar moda Trans Jakarta dan KRL di Stasiun Tebat dan Palmerah untuk disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta secepatnya.

DTKJ

Website www.dtk-jakarta.or.id

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *