Revolusi Asuransi di Indonesia

Mendengar kata asuransi, untuk saya sih sangat kurang menyenangkan terdengar di telinga.

Hal ini diakibatkan adanya pengalaman buruk dengan agent asuransi yang menawarkan, dan cara mereka menawarkan yang selalu memaksa melalui telepon. Mereka tidak pernah berhenti berusaha menghubungi by phone, walaupun telah saya tolak dengan halus, sampai pada akhirnya no yang masuk tersebut saya block agar tidak bisa menghubungi lagi.

Saya pribadi pernah menggunakan layanan asuransi dan sempat dipotong preminya, namun hanya 1 kali karena cepat-cepat saya batalkan. Entah bagaimana, saya bisa terjebak dengan ucapannya dan mengijinkan asuransi tersebut untuk melakukan pendebitan dari tabungan yang saya miliki.

Banyak juga yang menginformasikan bahwa klaim asuransi yang telah selesai dan akan diambil, menjadi sulit cair saat sudah tiba waktunya.

Jika terus seperti ini, masyarakat awam yang belum mengenal asuransi akan banyak terjebak dengan janji manis yang ditawarkan sebelumnya dan tidak akan ada lagi kepercayaan untuk menggunakan asuransi.

Asuransi adalah  istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungaan atau ganti rugi secara finansial untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain-lain akan mendapatkan ganti rugi dari berbagai kejadian yang tak terduga yang dapat terjadi seperti kematian, kerusakan, kehilangan, atau sakit serta melibatkan permbayaran premi secara berkala dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti rugi polis yang menjamin jenis-jenis perlindungan tersebut.(www.cermati.com)

Jenis jenis asuransi :

  1. Kesehatan
  2. Jiwa
  3. Mobil
  4. Pendidikan
  5. Properti

Sebelumnya untuk mendapatkan penawaran asuransi, saya selalu mendapatkan penawaran melalui agen by phone dan face to face, dimana menawarkan secara langsung ada yang secara halus ada juga yang tiba-tiba mencegat setelah selesai belanja di salah satu supermaket.

Untuk pencetakan polis pun, saya pernah mendapatkan berupa hardcopy yang dikirimkan ke alamat rumah. Dan hal tersebut, saya terima sudah agak lama hampir 1 bulan kemudian. Hal tersebut membuat saya galau, benar atau tidak asuransi yang saya beli.

Asuransi yang saya pernah gunakan, customer carenya sulit dihubungi, selalu sibuk, penanganan atas keluhan saya pun lama, agent call center sepertinya tidak paham atas permasalahan yang saya kemukakan.

Hal tersebut menjadikan saya semakin alergi dengan Asuransi.

Harapan saya Equity Life Indonesia di usianya yang ke 30 tahun pada 16 September 2017 nanti, dapat melakukan revolusi di bidang Asuransi kedepannya dengan cara melakukan lebih banyak pengenalan asuransi yang dimiliki melalui berbagai kegiatan misalnya melalui gathering customer lama dan baru, dimana pengenalan asuransi dilakukan secara detail, tidak membohongi calon customer dengan janji janji manis dan harus jelas dan detail dalam menjelaskan mengenai premi dan proses Klaim asuransi yang akan customer pilih.

Pengenalan asuransi melalui agency, group business, Bancassurance, Retail Insurance dan communities market masih terus dapat digunakan sebagai jalur pendistribusian Asuransi perlindungan jiwa dan kesehatan, namun  dibuat dengan cara yang menarik namun tetap transparan dalam penyampaian informasi produk asuransi.

Rangkaian teknologi dan inovasi produk dan layanan terbaik diharapkan akan segera dihadirkan oleh Equity Life Indonesia, seperti penggunaan website untuk menjelaskan jenis asuransi yang ada kepada calon customer,

Penampilan para agen sebaiknya  tidak lagi membawa setumpuk brosur kertas saat akan bertemu dengan calon klient tetapi cukup dibekali tablet atau laptop. Tidak hanya itu agent yang ada juga harus dibekali dengan teknik persuasif  yang baik, sopan namun tidak memaksa calon klien.

Produk asuransi yang dihadirkan sebaiknya menawarkan banyak benefit bagi para konsumennya, misalnya terdapat kartu member yang bisa mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan merchandise tertentu misalnya.

Polis sebaiknya bisa diterbitkan dalam waktu yang singkat dan dikirimkan melalui email terlebih dahulu, sehingga akan juga mendorong program paperless.

Dengan teknologi digital customer dapat melakukan pengisian aplikasi secara online, dan pengecekan status nya.

Feedback atau saran dari customer sangat penting demi kemajuan pelayanan, sehingga sebaiknya disediakan kolom untuk customer beropini atas produk asuransi dari PT.Equity yang mereka gunakan dan rasakan.

Dengan asuransi, kita menjadi lebih tenang beraktivitas. Semoga revolusi Asuransi Indonesia dapat segera kita rasakan.

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba blog PT.Equity Life Indonesia.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *