Kisah di Balik Pelabuhan Tanjung Priok

Siapa yang hobi membeli barang import dari luar negeri,  siapa juga yang selama ini memiliki usaha ekspor ke luar negeri. Pernahkah kita memikirkan bagaimana semua barang itu masuk dan keluar ke Indonesia khususnya Jakarta.

Salah satu Pelabuhan yang menjadi lokasi keluar masuknya barang di Jakarta adalah Tanjung Priok.  Banyak sekali ternyata kegiatan yang terjadi di sana,  diantaranya :

1. Ship Operation, yaitu kegiatan bongkar muat kontainer

1.1 impors, yaitu bongkar kontainer dari kapal ke truk
1.2 eksport, yaitu muat kontainer dari truk ke kapal

Dok : Blomil
Dok : Blomil

Peralatan kegiatan Ship Operations :

• Quay Crane, yakni jenis crane yang berfungsi untuk mengangkat kontainer dari kapal kemudian meletakannya di pinggiran dermaga.
• Mobile harbour crane, yaitu adalah alat berat yang berbentuk fleksibel dapat mengubah ujung alatnya sehingga bisa ditempatkan di mana saja. Biasanya, alat ini digunakan untuk mengangkut benda-benda ringan yang di bawah 100 ton mulai dari kontainer atau bahan-bahan curah.
• Lufting crane, Merupakan jenis lain dari alat bongkar muat di pelabuhan. berbentuk seperti crane kapal, namun terletak di dermaga. Beberapa menggunakan rel atau roda sebagai sarana untuk berpindah tempatnya. Alat ini dapat digunakan untuk berbagai jenis cargo, seperti container, bag carge, maupun curah kering (dengan penambahan alat tertentu).
• Jib crane

2. Quay transfer operations, yaitu kegiatan transfer peti kemas)

2.1 impor, memindahkan kontainer dari dermaga ke kontainer yard

2.2 ekspor, memindahkan kontainer dari kontainer yard ke dermaga

Peralatan kegiatan Quay Transfer :

• straddle carrier, alat ini lebih mirip dengan RTGC hanya yang membedakan ukurannya lebih kecil dan bisa bergerak kemana saja dibandingkan dengan RTGC yang geraknya hanya maju dan mundur.
• automated guide vehicles (AGV)
• Internal truck

3. Container Yard Operations :

3.1 lift off impor, yaitu memindahkan kontainer dari truk ke kontainer yard

3.2 lift on ekspor, yaitu memindahkan kontainer dari kontainer yard ke truk

3.3 in stack movement, yaitu perpindahan kontainer di dalam blok-blok kontainer yard

Peralatan kegiatan CY Operations :

• RGMC, yaitu Rail Mounted Gantry Crane (RMGC), alat ini hampir mirip dengan RTGC namun yang membedakan hanya di alat penggeraknya yang menggunakan rel , sedangkan RTGC menggunakan ban
• Super Stacker (JICT)
• RTGC (JICT), yaitu Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), alat yang khusus digunakan di Container Yard, yang fungsinya bongkar muat dari truck ke container yard atau sebaliknya.
• Slide loader (JICT), yaitu alat yang memindahkan kontainer dari samping.
• Forklift (JICT), yaitu alat untuk mengangkat kargo ke atas truk atau menumpuknya di pinggir pelabuhan.

4. Recceive/Delivery Operations, yaitu kegiatan ekspor/impor di Gate

4.1 Receipt/ekspor, yaitu proses kontainer export di gatehouse
4.2 Delivery/import, yaitu Proses kontainer impor di gatehouse

Fasilitas Receipt/Delivery Operations :
• Kontainer truk
• Kontainer train
• Gate house (JICT)

Proses kerja yang terjadi di pelabuhan kontainer :

Pada umumnya proses kerja di Pelabuhan Kontainer dimulai ketika kontainer dari luar pelabuhan datang diangkut dengan truck, kemudian truck akan menunju Container Yard, di CY, kontainer akan diturunkan dari truck menggunakan alat bongkar yang ada di CY (Alat : RTGC , RMGC, Reach Stacker atau Straddle Carrier). Setelah itu truck keluar pelabuhan.

Tahap berikutnya adalah pemuatan kontainer ke kapal laut. Ketika kapal laut yang akan membawa kontainer tersebut telah bersandar, makan kontainer akan dinaikan ke truck dengan alat bongkar yang ada di CY (truck yang digunakan adalah truck khusus yang sudah disediakan di dalam pelabuhan) kemudian truck akan membawa kontainer menuju Quayside untuk dimuat ke kapal menggunakan alat bongkar khusus di Quayside (CC, HMC, Crane). *Proses juga berlaku untuk sebaliknya.

Pelabuhan Kontainer dibagi menjadi 2, yaitu :

Container Yard (CY) , fungsinya adalah sebagai tempat penumpunkan sementara kontainer yang datang dari luar pelabuhan untuk menunggu muat ke kapal, atau sebaliknya tempat penumpukan sementara kontainer yang baru dibongkar dari kapal untuk menunggu diambil truck dari luar pelabuhan.

Quayside, fungsinya adalah sebagai tempat bongkar muat kontainer ke kapal laut atau sebaliknya.

Alat yang digunakan di bagian Container Yard :

Fungsi alat ini hanya digunakan untuk bongkar muat di Container Yard, dari truck ke yard dan sebaliknya dari yard ke truck. Alat ini tidak bisa digunakan untuk bongkar kontainer di ke kapal laut.

Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), alat yang khusus digunakan di Container Yard, yang fungsinya bongkar muat dari truck ke container yard atau sebaliknya. Bentuknya seperti dibawah ini :

Rail Mounted Gantry Crane (RMGC), alat ini hampir mirip dengan RTGC namun yang membedakan hanya di alat penggeraknya yang menggunakan rel , sedangkan RTGC menggunakan ban.

Bentuknya seperti dibawah ini :

Straddle Carrier , alat ini lebih mirip dengan RTGC hanya yang membedakan ukurannya lebih kecil dan bisa bergerak kemana saja dibandingkan dengan RTGC yang geraknya hanya maju dan mundur.

Bentuknya seperti dibawah ini :

Reach Stacker, alat ini seperti mobil tapi memiliki lengan panjang yang bisa digunakan untuk mengangkat kontainer.

Bentuknya seperti dibawah ini :

*keempat alat diatas untuk bongkar muat kontainer memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, terkadang dalam satu container yard ada beberapa jenis alat yang digunakan.
Container Crane , sebuah alat yang biasanya dimensinya paling besar yang berada di pelabuhan kontainer, mempunya lengan yang panjangnya biasanya selebar bahkan melebihi dari kapal laut. Alat geraknya menggunakan rel.

Bentuknya seperti dibawah ini :
Harbor Mobile Crane (HMC) , Bentuknya seperti crane biasanya hanya saja sudah dirancang khusus supaya memiliki kecepatan bongkar muat kontainer yang tinggi jika dibandingkan dengan crane biasa.

Bentuknya seperti dibawah ini :

Crane, alat yang sudah mulai jarang digunakan di pelabuhan kontainer karena kecepatan bongkar muat yang lambat.

HMC ( Harbour Mobile Crane ) alat bongkar muat dipelabuhan / crane yang dapat berpindah pindah tempat serta memiliki sifat yg flexible sehingga bisa digunakan untuk bongkar / muat container maupun barang barang curah / general cargo dengan kapasitas angkat / SWL ( safety weight load ) sampai dgn 100 ton.

RS ( Reach Stacker ) Alat yang dapat bergerak yg memiliki spreader digunakan untuk menaikkan / menurunkan ( lift on / lift off ) container di dalam CY ( container yard ) atau Depo Container.

FL ( Fork Lift ) Alat yang dapat bergerak dan memili garpu / fork yang digunakan untuk menaikkan / menurunkan ( lift on / lift off ) container / general cargo dalam suatu tempat ( CY atau Depo Container ) yang memiliki kapasitas mengangkat cargo / SWL sampai dengan 32 ton.

RTG ( Rubber Tyred Gantry ) Alat bongkar muat container yang dapat bergerak dalam lapangan penumpukan / CY yang berfungsi untuk menaikkan / menurunkan container dari dan ke atas trailer atau sebaliknya dalam area stack / penumpukan sesuai dengan block, slot, row dan tier.

CC ( Container gantry Crane ) Alat bongkar muat container yang dipasang permanen dipinggir dermaga dengan menggunakan rel sehingga dapat bergeser yang berfungsi untuk bongkar muat container dengan jangkauan / row yang cukup jauh.

Dibalik semua pekerjaan tersebut,  ada para buruh yang telah bertahun-tahun bekerja dan masih berstatus karyawan kontak atau yang kita kenal dengan Outsorcing. 18 Juli 2018 kemarin, mereka yang didampingi oleh Serikat Pekerja dikunjungi Sudinker Jakarta Utara.  Kegiatan SPC mendukung dan mendampingi Sudin tenaga kerja agar melaksanakan tugas sesuai dengan UU ketenagakerjaan.

Dilakukan pula rapat di Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok (OP, Kemenhub, Kemenaker, JICT, Pelindo II, SPC, FPPI), peninjauan ke PT JAI, PT JICT, dan mengambil kesimpulan dan evaluasi di Kantor OP Tanjung Priok.

Untuk mengetahui latarbelakang terjadinya pertemuan ini , bisa dilihat lebih detail di www.metaruang.com/sepemggal-kisah-nafas-akhir-tahun-buruh-kontainer-operator-rtgc-di-Tanjung-Priok

Dok : Blomil

Setelah dilakukan pertemuan, maka didapatkan hasil rapat penutupan dari pengawasan ke pelabuhan JICT :

30 Juli 2018 nanti, OP, Kemenaker, SP, JICT akan rapat kembali untuk hasil akhir pertemuan hari ini.

Rombongan pengawasan ke pelabuhan hanya membahas soal alur kerja kapal, job description pekerja dan bagaimana alur kerja core bussines sebagai inti permasalahan antara SP JICT dan manajemen JICT.

Dok : Blomil

Disnasker Jakut sebagai pihak penengah akan menjembatani agar masalah Serikat Pekerja dan manajemen dapat menemukan solusi terbaik.

Semoga akan segera ada hasil yang terbaik diantara keduanya.

 

 

 

 

About adminboghai

Penulis di www.boghaisan.com. Hobi mencoba tempat jajan baru dan enak, traveling, cat lover, sesekali menyanyi di smule @uci_26. Email : boghaisan@gmail.com

View all posts by adminboghai →

One Comment on “Kisah di Balik Pelabuhan Tanjung Priok”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *