Siaga Bencana Mulai Dari Diri Sendiri Dan Keluarga

Tiba-tiba ruangan seketika menjadi goyang, anak-anak Day Care Cinta Agnimaya yang sebelumnya ceria beryanyi bersama satu per satu mulai menangis. Pengasuh yang mendampingi pun terlihat kaget, bingung setelah mendengar alarm kebakaran terjadi. Akhirnya dengan sigap tim dari BNPB melakukan evakuasi area lantai 3 tersebut.

Hal tersebut Alhamdulillah hanya simulasi Evakuasi Bencana  yang dilakukan di Graha BNPB , untuk menciptakan kesiagaan terhadap bencana diantaranya Gempa dan Kebakaran yang sering dialami para karyawan yang bekerja di gedung bertingkat di Jakarta.

Acara sebelumnya diawali dengan Apel Pagi, dan penekanan sirine pada pukul 10:00 oleh Kepala BNPB Bpk. Willem  Rampangilei , hal ini sekaligus menandakan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018. Diri kita dan keluarga harus bisa siap siaga menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, karena itu pengetahuan dan keterampilan evakuasi sangat penting untuk dikuasai. Kesepakatan sebelum bencana terjadi harus dibuat oleh seluruh anggota keluarga, bagaimana dan kemana evakuasi dilakukan agar terhindar dari bencana.

Kita harus selalu siap siaga, karena Indonesia memiliki potensi gempa bumi, puting beliung, gunung api, banjir, longsor, kekeringan dan angin puting beliung.Tahun 2017 sebanyak 377 jiwa meninggal.

BNPB mengharapkan kegiatan ini dilakukan sebagai latihan evakuasi bencana alam agar masyarakat lebih siaga sehingga lebih kenal dengan ancaman, resiko, mengelola peringatan dini, memahami rambu peringatan, mengurangi panik dan tergesa-gesa agar korban dan kerugian semakin menurun jumlahnya.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan,kesiapsiagaan, seluruh komponen bangsa dalam menghadapi potensi bencana di Indonesia. Dalam situasi darurat, pengambilan keputusan cepat  dapat meningkatkan peluang untuk selamat.

Rencana kesiapsiagaan harus dikomunikasikan ke semua pihak misalnya anggota keluarga, kerabat yang ada di kontak darurat dan mempertimbangkan sistem yang diterapkan di lingkungan sekitar dan pihak berwenang.

Saat rencana sudah disepakati, lakukan latihan agar tidak panik saat kejadian benar terjadi. Dengan informasi yang cukup dan latihan, akan berjalan lancar saat berada di situasi darurat.

Melalui HKB 2018, setiap individu dapat membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak.

26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, dan dilatarbelakangi dengan UU No 24/ 2007  tentang Penanggulangan Bencana. Kemarin peringatan tersebut estimasi nya sekitar  30.102.488 orang terlibat di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan Pengukuhan Komite Keselamatan, simulasi evakuasi gedung BNPB mulai dari lantai 12, evakuasi day care, disabilitas yang sedang meeting , penyelamatan oleh tim Damkar untuk evakuasi korban di lantai 5, 10  menggunakan berbagai  teknik penyelamatan menggunakan tali dan rafling seperti underhead, tandu, flying fox, demo pemotongan jeruuji dengan cuter, demo uji fungsi fireblock dan APAR, dan pertolongan pasien CPR.

Lakukan hal ini saat mendengar sirine alarm :

1. TETAP TENANG.

2. PADAMKAN API BILA TERLATIH.

3. BERKUMPUL DI TITIK POINT, IKUTI INSTRUKSI

4. TIDAK MENGGUNAKAN LIFT.

5. IKUTI PETUNJUK PETUGAS TANGGAP DARURAT.

6. EVAKUASI LEWAT TANGGA DARURAT.

7. Jangan BERLARI.

8. LAPORKAN DIRI ANDA PADA SAAT PENGHITUNGAN ORANG (HEAD COUNT).

9.TETAP DI TITIK POINT sampai keadaan dinyatakan aman.

Tugas dan Fungsi BNPB
BNPB Mempunyai Tugas
  1. Memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi secara adil dan setara;
  2. Menetapkan standardisasi dan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan;
  3. Menyampaikan informasi kegiatan penanggulangan bencana kepada masyarakat;
  4. Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Presiden setiap sebulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana;
  5. Menggunakan dan mempertanggungjawabkan sumbangan/bantuan nasional dan internasional;
  6. Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
  7. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan
  8. Menyusun pedoman pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Fungsi BNPB

Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat serta efektif dan efisien; dan Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh.

Dok : bnpb.go.id

Twitter :@HKB_26April

IG : HKB_26 April

Facebook : Hari Kesiapsiagaan Bencana

Youtube :  hkb_26April

Email : hkbn_bnpb@gmail.com

Web : https://siaga.bnpb.go.id/hkb/

https://bnpb.go.id

twitter.com : bnpb_indonesia

 

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *